Showing posts with label ASI eksklusif. Show all posts
Showing posts with label ASI eksklusif. Show all posts

Friday, September 23, 2016

Aktivitas Menyusui di Tempat Umum Menjadi Lebih Nyaman Dengan NyoNya Nursing Wear


Hai saya Lexa Levana, usia 28 tahun, seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak yang salah satunya bernama Louie. Saat ini Louie sudah berusia 1 tahun 5 bulan dan selama itu pula saya menyusui Louie, sehingga dari lahir sampai sekarang Louie full ASI.

Hingga saat ini saya masih bertahan menyusui Louie karena saya merasa ASI tetap jadi pilihan terbaik dibandingkan dengan susu olahan (baik itu susu sapi ataupun susu kedelai). Menurut saya ASI lebih natural dan memang diperuntukan untuk anak bayi. Dan sudah jelas banyak sekali manfaat dan kelebihan ASI dibandingkan dengan susu formula.

Selama ini saya merasakan bahwa menyusui merupakan momen untuk bonding dengan anak, saat anak lagi sakit dan rewel misalnya. Pemberian ASI dapat langsung memberikan efek menenangkan. Disaat 6 bulan pertama pemberian ASI eksklusif, saya merasa sebagai satu-satunya topangan asupan gizi dan topangan hidup bagi anak saya.

Menjadi ibu menyusui menurut saya cukup melelahkan, ditambah saya harus mengurus urusan rumah juga kedua anak saya yang sangat menyita waktu dan tenaga. Disamping itu anak ASI biasanya lebih cepat lapar, sampai sekarang walaupun usia Louie hampir 17 bulan, masih sering terbangun tengah malam untuk minta susu, antara 2-3 kali dalam semalam. Hal tersebut merupakan suatu tantangan dimana kalau saya lihat anak-anak seumur Louie yang sudah mengkonsumsi sufor yang lebih mengenyangkan bisa tidur pulas sampai pagi. Namun disamping itu ada sosok suami yang selalu mendukung saya dalam pemberian ASI eksklusif untuk anak-anak kami, selain itu tentu niat awal dari diri sendiri dan tekad untuk memberi yang terbaik untuk anak adalah hal yang terpenting.

Dulu sewaktu saya menyusui anak pertama, saya belum pernah tau bahwa ada baju-baju khusus yang dibuat untuk ibu-ibu menyusui. NyoNya Nursing Wear adalah merek baju menyusui pertama yang saya tau semenjak saya melahirkan anak kedua. Produk dari NyoNya Nursing Wear sangat membantu saya, membuat aktivitas menyusui di tempat umum menjadi lebih nyaman, bahan-bahannya juga bagus dan adem untuk dipakai sehari-hari. J


-Lexa Levana, Bandung

Tuesday, August 23, 2016

Perjuangan Menyusui Bayi dengan Tongue Tie dan Lip Tie


Hai saya Pretty Angel Bastiaans, umur 30 tahun, ibu dari satu orang anak yang bernama Samantha Angela Sembiring. Dulu saya pegang travel tour Holyland milik keluarga, tapi sejak fokus untuk punya anak, saya sudah off dari travel. Sekarang kegiatan saya full untuk mengurus suami dan Sam. Tanggal 22 Agustus ini anak saya Samantha atau sering saya panggil Sam, genap berumur 2 tahun. 

Awal Sam lahir, saya sempat campur sufor (susu formula) karena saya kurang informasi tentang ASI, saya pikir ASI saja tidak cukup jadi harus dibantu dengan sufor. Beruntung teman saya di Solo yang bernama Dessy adalah konsultan laktasi, setiap hari dia chat saya, mengedukasi saya tentang pentingnya ASI. Saat Sam berumur 3 minggu, saya sudah lepas sufor dan menggunakan full ASI eksklusif, sampai sekarang saya masih menyusui sampai Sam nanti genap 2 tahun.

Sam lahir dengan kondisi tongue tie dan lip tie, keduanya grade 4. Awalnya saya tidak tahu karena memang dari awal saya kurang informasi tentang ASI, saya menyusui penuh perjuangan sekali, karena saya menyusui sampai berdarah-darah dan milk blister berkali-kali. Awalnya saya pikir menyusui sakit itu biasa pas awal-awal tapi ternyata sakitnya terus-terusan, nah waktu Sam 1 bulan, saya tanya Dessy kemudian dia minta saya foto mulut Sam sewaktu menangis, dan pada akhirnya dia pun mengkonfirmasi kalau Sam mengalami tongue tie.

Akhirnya Sam di frenotomi/insisi untuk tongue tienya, sebenarnya frenotomi itu tindakan kecil sekali, tapi untuk saya waktu itu rasanya sedih luar biasa karena masih umur sebulan tapi harus melalui proses itu. Bukan sekedar supaya aktivitas menyusui lebih lancar, tapi juga untuk kedepannya Sam tidak mengalami kendala bicara/ cadel. Setelah frenotomi akhirnya menyusui tidak sesakit sebelumnya meskipun masih terasa sakit, ditambah lagi waktu itu saya belum tahu ada baju menyusui. Bisa dibayangkan menyusui sambil menahan sakit (seperti disilet-silet), terus ribet dengan baju, sampai-sampai berkeringat, terus kalau di area publik harus pakai nursing cover lagi, yang ternyata bikin Sam semakin sebal, dan saya juga jadi stress. Akhirnya Dessy bilang rata-rata baby memang tidak suka dikasih nursing cover, karena sesekali baby kontak mata dengan ibunya dan kadang memakai nursing cover itu terasa sumpek. Jadi dia bilang, coba search di instagram/ internet tentang baju menyusui, dan akhirnya saya menemukan NNW di Instagram, betapa senangnya saya sampai-sampai berasa dapat harta karun :).

Waktu Sam umur 3 bulan saya sudah hampir putus asa menahan sakit dan milk blister yang bolak-balik muncul, akhirnya saya mencari ahli laktasi dan langsung berangkat ke Jakarta untuk menemui Dr. Rini di Kemang Medical Care. Ternyata tongue tie Sam mengalami re-attach karena proses insisi ditambah treatment setelah insisi yang kurang tepat, dan ternyata ada lip tie juga. Saat itu juga dilakukan tindakan insisi untuk tongue tie dan lip tie kepada Sam. Saat Sam berusia 5 bulan saya kembali lagi ke Jakarta karena saya kembali mengalami milk blister, dan ternyata tongue tie nya re-attach lagi. Dr. Rini bilang insisi pertama itu sangat menentukan dan akhirnya berujung dengan Sam harus operasi kecil dengan dokter bedah mulut untuk mengambil tongue tie nya, setelah itu barulah masalah menyusui benar-benar beres.


Kalau saya flash back, saya tidak tahu juga kenapa saya bisa kuat menahan sakit saat itu, dan hebatnya Sam, biasanya baby dengan tongue tie dan lip tie, apalagi sudah grade 4 akan jadi malas untuk menyusu, Tapi Sam tidak, saat saya berjuang untuk menyusui, dia berjuang pula untuk menyusu langsung ke ibunya. Anak dengan tongue tie dan lip tie yang belum tertangani biasanya berat badannya akan turun, tetapi berat badan Sam tetap naik dengan baik, itu tanda Sam juga berjuang.

Saat saya order produk NNW untuk kesekian kalinya, saya sampai bilang ke admin NNW, saya bersyukur sekali dengan adanya produk NNW. Mungkin untuk ibu-ibu yang tidak mengalami tantangan menyusui seperti saya, NNW hanya sekedar baju yang memudahkan untuk menyusui, tapi untuk saya, NNW sudah seperti teman seperjuangan dan sahabat saya. Saat saya harus menahan sakit, saya sangat tebantu sekali dalam berpakaian, tidak perlu ribet lagi mikirin baju dan juga nursing cover, sehingga saya bisa fokus untuk menyusui anak saya. Apalagi disaat launching Nyonya Luxe, saya sangat senang sekali karena saya bisa tetap cantik ke pesta tanpa harus mengorbankan Sam karena saya tetap bisa menyusui Sam kapanpun dan tanpa perlu pusing mencari ruangan untuk menyusui.

Karena kejadian ini, saya dijadikan seperti duta ASI di greja. Sekalipun saya belum menjadi konsultan laktasi, tapi saya mulai diminta untuk mengedukasi ibu-ibu untuk pro ASI. Puji Tuhan sudah 4 orang ibu yang saya tahu yang sudah memberikan full ASI untuk anaknya, karena di Medan masih sedikit sekali ibu-ibu yang pro ASI dibandingkan dengan Jakarta misalnya. Saya bersyukur sekali bisa menemukan NNW disaat saya benar-benar membutuhkan, Terima kasih sudah mendukung kami dan memudahkan kami para ibu untuk menyusui sehingga kami dapat memberikan yang terbaik untuk anak kami. Thank you so much Nyonya Nursing Wear, for making everything easier and prettier :)


-Pretty Angel Bastiaans, Medan

Monday, November 2, 2015

Tetap ceria bersama NNW

Dulu waktu hamil anak pertama dan kedua nggak pernah kepikiran untuk punya baju menyusui. Sempat mencoba satu brand nursing wear tapi kecewa dengan kualitas bahannya. Namun di kehamilan yg ketiga saya berubah pikiran. Kebetulan HPL sang bayi di bulan november, berarti bulan desember saya bisa membawa sang bayi ikut ibadah natal. Biar dedek bayi bisa tetap minum Asi saat ibadah berlangsung, saya butuh outfit yang tepat untuk natal kali ini. Akhirnya saya cek di instagram #nursingdress dan yang keluar adalah foto-foto baju dari Nyonya Nursing Wear. Sekali lihat, saya langsung suka dengan modelnya. Vidya dress dan raquel blouse jadi pilihan pertama saya. 
Begitu paket sampai dan pakaian dikenakan, hmm, bahannya nyaman dan cuttingnya pun pas. Bukaan untuk menyusui juga cukup lebar tapi tetap tersembunyi jadi aman menyusui di public area tanpa pake nursing apron. Natal tiba dan kami pun bersilaturahmi ke rumah teman-teman gereja. Salah satu ibu bercelutuk saat melihat saya membawa bayi, "Loh, kamu nanti gimana nyusuinnya?. Dengan santai saya menjawab, "Tenang tante. Kan ntar tinggal buka di sini," sambil menunjuk bukaan di dress saya. Dan saat dia melihat saya sedang menyusui, dia pun berkata, "Asyik juga ya sekarang menyusui lebih enak karena bajunya ada bukaan, kalau dulu malu deh kalau harus menyusui di tempat umum, makanya kalau lagi keluar bawa susu formula"
Yah, seandainya zaman dulu sudah ada nursing dress yang keren seperti Nyonya Nursing Wear mungkin akan lebih banyak bayi yang dapat ASI eksklusif.
Thank you Nyonya. Suasana hatiku lebih ceria karena dapat tampil cantik meski sedang menyusui :D
 
- Hilda Davina, Tangerang

Monday, October 26, 2015

NNW, membantu secara fisik dan psikologis

Hi Nyonya Nursing Wear..
Pertama aku ingin mengucapkan thanks a lot untuk baju - baju yang memenuhi lemariku. You know, sangat senang rasanya hamil, melahirkan serta melihat anak kita tumbuh dan berkembang dengan baik. Apalagi bisa menyusui mereka eksklusif selama 6 bulan pertamanya. Masalahnya aku sempet dilema dengan berat badan dan bentuk tubuh yg berubah drastis, waktu anak pertama aku naik 25 kg dan hanya bisa turun 15 kg.
Start anak ke 2, beratku 72 kg dan naik hingga 96 kg. Sempat bingung dan putus asa ketika konsultasi dengan dokter bahwa ibu menyusui itu tidak boleh melakukan diet.
Well, selang berapa lama aku berpikir, tidak adil rasanya kalau hanya masalah badan bisa membuatku tidak memberikan ASI eksklusif pada anakku yang masih mempunyai masa depan yang panjang untuk dia jalani. Egois sekali.
Sekarang alhamdulillah aku dapat menyusui anakku dengan tenang. Berat dan bentuk tubuh tidak menjadi persoalan lagi buatku. You know why? Because of you, NNW.
Mungkin bagi sebagian orang baju - baju itu hanya memudahkan untuk menyusui, tapi buatku baju - baju nyonya nursing wear lebih menyentuh segi psikologiku, modelnya yg modis dan pas dengan ukuran badanku sekarang,  membuatku merasa I'm beautiful whatever I look.

Sorry for my Chesa and Zayn, mama sempet egois dan memikirkan diri sendiri. Buat bunda yang lain, membuat badan menjadi ideal lagi bisa kapan saja tapi memberi sesuatu yang terbaik untuk anak hanya saat ini, saat 6 bulan pertamanya. So, give ASI as long as you can. Anywhere, anytime. :)

- Indah Aryasa, Bandung

Mendukung adaptasi new mom dengan nursingwear yang nyaman

Halo, perkenalkan nama saya Caca, ibu satu anak laki-laki bernama Abi usia 3 bulan.
Alhamdulillah Abi lahir sehat sempurna dengan persalinan normal tanggal 30 September 2014 pukul 23.10 WIB. Saya tidak pernah sebangga dan sebahagia ini sebelumnya. Ngurusin ribetnya nikahan yang kalau kata orang jadi ratu semalam, masih kalah bahagianya dibanding melahirkan.
Allah Maha Baik. Alhamdulillah, Allah mengabulkan satu per satu doa saya. Saya memang mempersiapkan secara matang kehamilan pertama saya, mulai dari dokter kandungan yang kece, rumah sakit bersalin yang pro IMD pro ASI, jarak tempuh dari rumah, biaya persalinan, pakaian dan peralatan untuk menyusui, dll. Niat saya memang melahirkan secara normal, bisa IMD, dan bisa menyusui ASI.
Meskipun saya bisa merasakan nikmatnya IMD selama 1 jam, keesokan harinya saya merasa was-was karena ASI saya yang tidak langsung banyak keluar. Namun tetap saya disusukan pada Abi. Sampai 2 malam saya di RS, setelah dokter kandungan saya datang untuk mengecek kondisi saya, saya diperbolehkan pulang.
Ketika Abi usia 4 hari, suhu badannya tinggi, saya pernah baca kalau diberi ASI akan turun sendiri, walaupun ASI saya belum lancar tetap saya berikan.  Esoknya memang jadwal Abi kontrol dokter anak. Kami kembali ke RS tempat Abi dilahirkan. Betapa kecewanya saya ternyata Abi terkena kuning dan harus difototerapi, tidak diizinkan pulang. Saya dan suami bingung setengah mati, saya bilang apa adanya ke dokter kalau saya tidak tega meninggalkan Abi di RS, karena paling tidak butuh waktu 24 jam untuk fototerapi. Pikiran saya semwarut, bagaimana dengan ASInya dll.
Akhirnya saya dengan suami memutuskan untuk menginap di RS, kami beli kamar untuk istirahat kami. Kami tidak tega meninggalkan Abi sendiri di RS meskipun dokter bilang saya boleh pulang.
Malam itu sebelum Abi difototerapi, saya berusaha memberikan ASI dulu, malang ASI saya tetap belum lancar. Bidan menyarankan untuk memompa, hasilnya pun sangat mengecewakan. Dalam hati, saya menyalahkan diri saya sendiri baru kali ini saya begitu bodoh sampai anak sendiri sakit karena saya. Tak kuat, saya peluk suami saya, saya menangis.
Tawaran untuk memberi susu formula mulai menghantui, suami nampaknya mulai resah sehingga membujuk saya agar mau memberikan formula. Saya bingung, di satu sisi saya ingin memberikan asi eksklusif, di sisi lain saya tahu asi saya belum lancar dan anak saya harus diberi makan.
Teringat postingan teman saya yang mempunyai anak lebih dulu, dia memiliki persediaan asip yang tidak sedikit. Nekat saya telpon dia, kebetulan anaknya juga laki-laki, saya minta tolong apakah mau mendonorkan asipnya. Alhamdulillah teman saya bersedia. Setelah Abi diproses untuk fototerapi (dalam keadaan lapar 😭), saya dan suami bergegas pulang untuk packing sebentar dan menuju rumah teman saya. Saya ceritakan semua ke teman saya, dia sangat paham, selain memberikan asipnya saya diberikan pula persediaan fenugreeknya. Alhamdulillah.
Bergegas pula kami kembali ke RS untuk memberikan Abi asip milik teman saya. Untuk pertama kalinya Abi mengenal dot. Hati saya terenyuh melihat Abi minum dengan lahapnya namun bukan dengan asi milik saya.
Di kamar RS saya rajin memompa, berapapun yang saya hasilkan langsung saya bawa ke ruang bayi untuk diberikan ke Abi. Tentu setiap ke ruang bayi saya selalu sendu, tidak tega melihat Abi sendiri dengan penutup mata dan diaper. Saya berusaha kuat, saya harus tegar, karena jika saya lemah, Abi pun ikut lemah. Saya tahan tangis saya sekuat tenaga saya, saya ajak Abi berbicara bahwa Abi anak kuat, Abi anak sehat sebentar lagi kita pulang.
Setelah 24 jam yang melelahkan, hasil lab sudah kami peroleh, Abi diperbolehkan pulang. Selama di rumah saya gembleng diri saya sendiri. Saya konsumsi semua yang kata orang bisa memperlancar asi saya. Mulai dari kacang-kacangan, sayur katuk, dan jus pare. Alhamdulillah lancar dan melimpah sampai harus saya pompa. Alih-alih meminum asipnya, Abi lebih doyan menyusu pada saya but I love this bonding. Bahkan sekarang kalau diberi dot, Abi malah nangis menolak. Bingung dong saya, otomatis Abi harus ikut saya kemanapun saya pergi. Kemana-mana saya pake kemeja kancing depan supaya mudah menyusui. Tetapi tidak semudah yang saya pikir, tetap ribet karena harus buka kancingnya dulu dan mencari penutup untuk dada saya yang terlihat.
Sampai kakak ipar saya mention saya di instagram @nyonya_nursingwear, saya coba untuk membelinya. Produk nyonya pertama saya yaitu Nadya warna biru dongker. Wah, di luar dugaan ternyata nyaman sekali, saya pakai dengan cardigan karena saya berjilbab, bahannya juga nyaman spandex dingin dan melar. Paling penting adalah tidak repot untuk menyusui dan dada tidak terlihat karena menyusuinya tinggal membuka celah di samping dada (jadi ngga gampang masuk angin juga hihihi). Setelah itu saya jadi ketagihan beli model-model yang lainnya, saya punya Casey, Carmen, Tiara, Anna, dan akan terus beli model yang lainnya. Terima kasih Nyonya Nursingwear karena sudah menyediakan pakaian menyusui yang nyaman dan menyenangkan pemakainya, yang paling penting adalah mendukung asi eksklusif, so please tetap berinovasi karena memang beda dari produk baju menyusui lain.

- Nur Pasca Fitriani, Surabaya

Tuesday, September 29, 2015

A shoutout from Melbourne

I gave birth to my first child at the Royal Women Hospital in Melbourne October last year. I've ordered a few of nursing cloths from Nyonya Nursing Wear to be brought by my mum before I went into labor. The midwives and doctor there were amazed by those cloths. They said it was handy and clever designs. One thing for sure, those cloths were extremely helpful since I have to fed my newborn every hour at the hospital!

- Rina Amalia, Bogor

Monday, September 21, 2015

Nursingwear yang tidak membosankan

Pengalaman saya memakai produk NNW: Bahannya enak dan modelnya ga bikin saya bosan. Saya bisa bilang bahannya enak karena saya sudah pernah mencoba beberapa baju menyusui dari merk lain. Selain itu, model bukaan pada baju-bajunya juga memudahkan. Yang paling penting, nggak perlu lagi pakai nurse cover karena aman nggak akan kelihatan.
Thanks NNW membuat semangat Ibu menyusui.

- Agnes Ditha

Monday, September 14, 2015

Nyaman berjalan-jalan dengan keluarga

Bismillahirahmannirahim..

Jalan-jalan adalah hal paling menyenangkan untuk seorang ibu rumah tangga seperti saya, apalagi jalan-jalan bersama anak dan suami. Suatu hari, saya, suami dan Baby Genta bersiap pergi ke taman kota, lalu ibu mertua saya bertanya, “Kok tumben gak pake baju menyusui, nanti ribet loh harus cari nursing room di taman”. Dalam hati, saya senang karena baju menyusui yang saya pakai tidak terlihat seperti baju menyusui kebanyakan yang hanya menggunakan kancing depan untuk akses menyusui.
Kemudian saya menjawab, “Ini baju menyusui kok, Bu. Hanya modelnya saja yang modern, bahannya juga bagus tidak panas kalo dipake ke taman.
Saat itu saya menggunakan Casey Peach dari NNW. Elbow patch yang lagi tren yang membuat saya tertarik untuk membelinya.
Teman-teman saya sesama pejuang ASI pun kalo lihat saya pake Casey jadi sering bertanya, kok ada baju menyusui trendy seperti ini, ga ribet dan bahannya super nyaman.
Terimakasih NNW sudah menjadi sahabat pejuang ASI dengan modelnya yang keren dan up to date!

- Dyah Kartika S, Purwokerto

Sunday, September 13, 2015

Jalan-jalan Sambil Menyusui

Beberapa tahun lalu pada saat iparku melahirkan, belum ada produsen baju menyusui. Bahkan belum ada ruangan khusus bayi di mal-mal. Iparku memberikan ASI bagi anaknya. Tapi karena kendala menyusui di muka umum, sejak awal iparku juga memberikan formula pada saat bepergian. Di saat anaknya berusia 9 bulan, iparku menghentikan pemberian ASI dan memberikan susu formula sepenuhnya.

Aku bersyukur ketika akhirnya memiliki anak, sudah banyak pilihan baju-baju menyusui. Kemudahan ini mempunyai peranan yang sangat besar untuk kesuksesan pemberian ASI bagi anak-anakku minimal 2 tahun.

Perjalanan pemberian ASI bagi anak pertama dimulai dengan apron menyusui. Ternyata penggunaan apron menyusui hanya bertahan 1 bulan. Anakku berontak jika disusui di dalam apron menyusui. Kemudian dimulailah perjalanan mencoba berbagai merk baju menyusui. Pilihan utama jatuh pada baju menyusui bukaan kancing jepret karena aku kurang sreg dengan baju-baju menyusui bahan kaos yang ada di pasaran saat itu. Aku setia dengan pilihan utama tersebut sampai lahir anak kedua.

Anak pertamaku tergolong sabar. Aku masih sempat mengaitkan penutup cup bra dan mengancingi bukaan menyusui yang menggunakan kancing jepret setiap kali dia selesai menyusu. Anak keduaku termasuk anak yang tidak sabar. Setiap kali selesai menyusu, dia langsung berontak agar aku segera jalan atau bahkan dia minta turun dari pangkuan atau gendonganku. Seringkali aku tidak sempat mengaitkan penutup cup bra apalagi mengancingi bukaan menyusui. Aku harus segera menahan beban anakku yang sedang berontak supaya tidak terjatuh.

Maka perjalanan mencoba berbagai baju menyusui dimulai lagi. Kali ini aku fokus dengan bukaan menyusui yang harus bisa diakses lebih cepat. Akhirnya aku mempunyai kesempatan untuk mencoba baju menyusui Nyonya Nursing Wear. Bahannya dari kaos yang adem dan nyaman dikenakan. Modelnya pun modis dan banyak variasi.

Pakaian terfavorit adalah Phoebe. Aku sampai mempunyai 4 warna hanya untuk tipe yang ini. Bukaan menyusuinya sangat rahasia. Bahkan aku bisa dengan santai menyusui anakku di tengah keramaian seperti di mall, di airport, di dalam pesawat, di tepi pantai sampai di tengah jalan Orchard Singapura sewaktu libur lebaran tahun lalu. Banyak yang tidak menyadari kalau aku sedang menyusui anakku. Favoritku yang lain adalah Vidya, Lorie, Casey dan Sophie. Dan masih ada beberapa tipe lainnya yang aku miliki. Beruntung Nyonya Nursing Wear memproduksi baju yang rata2 terlalu besar buatku. Kalau tidak, entah sampai berapa banyak koleksi baju Nyonya Nursing Wear yang aku miliki.

Terima kasih Nyonya Nursing Wear.


- Sylvia Justana, Jakarta Barat

Sunday, August 30, 2015

Menjadi ibu susu untuk keponakan

Halo mom,
Saya mau sharing nih tentang pengalaman berkesan saya menggunakan baju NyonyaNursingWear. Ada banyak pengalaman, tapi yang paling berkesan adalah ketika saya menjadi ibu susu keponakan saya yang baru lahir.
Saya mempunyai seorang putri berusia 10 bulan. Alhamdulilah lulus ASI esklusif dan sampai saat ini masih ASI. Karena itu, saya selalu menggunakan baju menyusui atau baju yang ada zipper atau kancing di bagian dada untuk memudahkan ketika bayi saya ingin menyusu. Kalau di rumah, sudah pasti daster yang menjadi pakaian sehari-hari dan kalau keluar rumah NyonyaNursingWear solusinya. Nyonya nursing wear merupakan salah satu “brand clothing” favorit saya. Karena selain bahannya adem, model bajunya bisa digunakan untuk wanita berhijab. Nah, singkat cerita pada tanggal 27 Desember 2014, kakak saya melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik dan sehat secara SC. Saya dan keluarga menemani di rumah sakit selama beberapa hari. Karena proses SC dan air susunya belum lancar, kakak saya tidak bisa menyusui bayinya sedangkan bayinya sudah kehausan. Daripada diberi susu formula, saya pikir lebih baik saya bantu saja menyusui Adara (nama bayi tersebut). Risih memang menyusui di tempat yang ramai, tapi melihat anak sudah menangis kelaparan, ibu mana yang tega membiarkannya. Untungnya saat itu saya memakai baju menyusui dari NNW sehingga meskipun kamar ramai dipenuhi oleh tamu dan keluarga, saya masih bisa menyusui dengan perasaan tenang tanpa takut dada saya kelihatan. Memang benar, menyusui ketika ramai tidak akan mencolok apabila kita rileks dan tenang. Bahkan ketika menyusui kakak saya bertanya “Adara nggak jadi disusui?” kemudian saya jawab “ini lagi nyusu, kak. Karena bukaaanya lebar dan tertutup, perasaan kita jadi lebih santai sampai-sampai nggak kelihatan kalau kita sedang menyusui. Bahkan karena bukaanya sangat lebar, saya juga bisa pumping tanpa harus repot-repot buka baju. Setelah Adara kenyang giliran anak saya yang menyusu. Udah kayak sembako aja nih pake antri menyusui segala. Salah satu kelebihan produk NNW yaitu bahan kain yang digunakan tidak panas dan bukaannya juga tidak menggunakan restleting. Jadi tertutup banget kalau lagi menyusui. Selain itu juga banyak salenya. Kesukaan ibu-ibu banget nih kalo dengar kata SALE. Sebelum tahu produk NNW, saya pernah menggunakan baju yang menggunakan restleting. Jadi, ketika bayi saya selesai nyusu terlihat ada bekas restleting dipipinya. Kasihan rasanya.
Singkat cerita, bahagia sekali rasanya bisa membantu untuk memberikan asi kepada keponakan saya yang pertama tersebut. Yang paling penting buat orang yang pelupa seperti saya nggak perlu repot-repot lagi bawa nursing apron kemana-mana. Terimakasih NNW.

Ini foto waktu Adara baru lahir banget. Masih fresh from raheem. Di foto ini saya menggunakan Ariana purple.
Dan ini foto saya dan anak saya Aleyna. Di foto ini saya menggunakan baju Nyonya buat kondangan loh. Pokoknya the best banget NNW.

  • Windy Fajar, Riau

Sunday, August 23, 2015

Imunisasi dan RS tidak lagi menjadi nightmare untuk si kecil

Membawa buah hati untuk imunisasi ke RS rasanya seperti mimpi buruk buat saya. Rasa tidak tega melihat jarum suntik menancap di tubuh yang mungil menjadikan saya harus mencari cara agar si kecil merasa nyaman dan aman setelah melalui proses rasa sakit. Hari itu, seperti biasa saya bersiap ke RS untuk imunisasi BCG. Bepergian dengan bayi asi mengharuskan saya selalu siap menyusui dimanapun kapanpun dalam kondisi apapun. Saya pilih memakai Lyla dari NNW, karena desainnya yang formal casual dan akses menyusuinya yang tidak ribet. Benar saja, ketika tiba giliran si kecil disuntik, kemudahan itu menjadikan magic buat saya untuk menenangkan tangisnya sesaat setelah disuntik. Tidak ada rasa ragu dan takut kelihatan sama dokternya, si kecil pun minum dengan nyaman. Terima kasih NNW.
Menyusui pun menjadi hal yang menyenangkan buat saya.

- Dyah Nuraini, Jakarta

Thursday, May 28, 2015

Berbelanja Baju Menyusui dengan Diskon Berlipat




Selama ini, saya tidak pernah berpikir bahwa memiliki baju menyusui itu penting. Hal ini bukan karena saya berpikir bahwa saya tidak ingin menyusui anak saya, sama sekali bukan itu alasannya. Dari awal kehamilan, saya telah mengetahui bahwa ASI adalah satu-satunya makanan dan minuman yang tidak dapat digantikan oleh apapun di dunia ini. Alhamdulillah saya memiliki suami yang bisa juga disebut ayah ASI. Dialah yang pertama kali memberikan pendidikan tentang pentingnya ASI ini. Awalnya saya ingin melahirkan secara normal, tetapi ternyata saya harus melahirkan caesar karena air ketuban yang pecah tanpa adanya kontraksi. Walaupun Caesar, saya berhasil melakukan IMD (inisiasi menyusui dini) bagi anak saya. 

Tidak berhenti sampai sana, saya bercita-cita ingin memberikan ASI sampai S3 yaitu sampai anak saya berusia 2 tahun. Sampai saat ini, anak saya telah berumur 13 bulan, dan alhamdulillah saya berhasil memberikan asi sampai detik ini. Kesuksesan saya didukung oleh banyak hal, selain keluarga, tentu komitmen yang tinggi dari diri sendiri dibutuhkan. Saya adalah working mom. Hal ini berarti saya harus memompa dimanapun dan kapanpun. Sayangnya kantor saya belum memiliki nursing room, sehingga jika saya harus memompa, saya harus sembunyi-sembunyi memompa di musolla khusus wanita. Ada sedikit kesulitan jika saya menggunakan pakaian yang tidak ada kancing depan. Awalnya saya berpikir hal ini berarti saya harus menggunakan pakaian berkancing depan setiap hari selama ke kantor. Tetapi sebagai wanita saya juga ingin tampil modis. Kantor saya bukanlah kantor yang mengharuskan pekerjanya menggunakan seragam, kami dapat menggunakan pakaian apapun asal sopan dan rapi. Karena timbul kebosanan menggunakan pakaian berkancing depan yang mana rata-rata pakaian berkancing depan itu adalah kemeja, saya mulai mencari model di instagram. 

Dari sanalah pertama kali saya mengenal @nyonya_nursingwear. Akhirnya saya mencoba membeli 1 model dari @nyonya_nursingwear, ternyata pakaiannya sangat adem dan nyaman digunakan. Kelebihan lain dari @nyonya_nursingwear yaitu modelnya tidak hanya kancing depan, tetapi terdapat bukaan untuk menyusui, hal ini tentu memudahkan saya untuk memompa atau untuk menyusui anak saya. Selain itu hanya di @nyonya_nursingwear yang memmpunyai koleksi baju menyusui berupa kaos. Karena saya juga bosan berpakaian formal atau kemeja jika saya harus menyusui. Untungnya karena di koleksi @nyonya_nursingwear ini terdapat koleksi baju santai, rok, long dress bahkan piyama, sangat lengkap koleksinya. Kemudian saya memutuskan untuk menjadi pelanggan dengan menjadi member, karena dengan menjadi member terdapat kelebihan yaitu diskon 10% seumur hidup. Malah NNW  sering mengadakan diskon sampai dengan 40%. Dan dengan member masih diberikan tambahan diskon10% itu, jarang-jarang ada olshop yang memberikan double diskon seperti ini. Sampai saat ini NNW menjadi pilihan saya untuk ke kantor, hang out bersama teman atau saat kumpul-kumpul dengan keluarga, karena total koleksi NNW yang saya miliki telah mencapai 10 dan insyallah akan bertambah. Terima kasih NNW telah menjawab kebutuhan ibu menyusui seperti saya.

- Dian Palupi R, Malang

Wednesday, May 13, 2015

Pergi Imunisasi bersama Bayi ASI




Membawa buah hati untuk imunisasi ke RS rasanya seperti mimpi buruk buat saya. Rasa

tidak tega melihat jarum suntik menancap di tubuh yang mungil menjadikan saya harus

mencari cara agar si kecil merasa nyaman dan aman setelah melalui proses rasa sakit. Hari

itu, seperti biasa saya bersiap ke RS untuk imunisasi BCG. Bepergian dengan bayi asi

mengharuskan saya selalu siap menyusui dimanapun kapanpun dalam kondisi apapun. Saya

pilih memakai Lyla dari NNW, karena desainnya yang formal casual dan akses menyusuinya

yang tidak ribet. Benar saja, ketika tiba giliran si kecil disuntik, kemudahan itu menjadikan

magic buat saya untuk menenangkan tangisnya sesaat setelah disuntik. Tidak ada rasa ragu

dan takut kelihatan sama dokternya, si kecil pun minum dengan nyaman. Terima kasih NNW.

Menyusui pun menjadi hal yang menyenangkan buat saya.


- Dyah Nuraini, Jakarta

Tuesday, April 21, 2015

Say Good Bye sama Apron Menyusui



Awalnya saya belum kenal yang namanya baju menyusui. Awal-awal nyusuin di public place rempong banget harus pake apron dan bawa apron kemana-mana. Saya dan baby (Zani) gampang banget keringetan jadi klo udah pake apron, dua-duanya udah grasak-grusuk kepanasan.
Akhirnya ketemulah sama NyoNya. Pertama beli langsung jatuh hati sama bahannya yang adem. Nyoba nyusuin pertama kali pake lorie untuk daleman kebaya dan itu di kawinan, kebayang deh di kawinan mau nyusuin pake kebaya gimana juga caranya tapi alhamdulillah lancar jaya karena didukung sama baju menyusuinya kalo ga bingung deh pastinya mau nyusuin nyari tempat tertutup buat nyusuin, belum buka kebayanya belum lagi harus buka bajunya (rempongnya plus harus kluar dari kerumunan nyari tempat sepi dan ketutup).

Tadinya agak ragu mau nyusuin di public place ga pake apron apalagi di kawinan banyak banget orang-orang. Ternyata berhasil, awalnya Zani keliatan agak bingung karena ga pake ditutupin (bayi koq bisa tau yah) tapi yah namanya juga bayi di kasih asi langsung deh di hajar kali ini Zani pun ga grasak-grusuk gara-gara mukanya ketutupan dan kegerahan plusnya lagi Zani seneng karena sekarang kalo nyusu dimanapun tetep bisa sambil tatap-tatapan sama ibunya. Walopun Zani kalau nyusu agak-agak rusuh (masih nyusu tapi suka main lepas aja tanpa peringatan) tapi alhamdulillah karena baju menyusuinya fleksibel jadi susu sang ibupun tetep ketutup, jadi makin smangat kalau nyusuin karena ga harus pake kepanasan, kegerahan, rempong, apalagi ga harus pake zaninya ngamuk karena ga suka mukanya ketutupan plus ga bisa liat muka sang uma (panggilan zani untuk sang ibu aka aku) hehehe..

Smenjak itu sampai suami juga seneng liat anaknya nyusu ga pake kegerahan plus si ibunya tetep terjaga privasinya. Jadi motto saya sampai sekarang karena nyonyanursingwear breastfeed Zani bisa anytime anywhere tanpa gerah melanda.

- Dhini, Pekanbaru

Thursday, March 5, 2015

Nyaman Menyusui Bayi di Pesawat dengan Baju Menyusui NNW


Hei NyoNya nursing wear lovers,
Mau cerita nih tentang lika liku menyusui :)
Kita para ibu pasti tau dong menyusui itu gak mudah, penuh perjuangan. Iya kan mom? Tapi masa iya hak baby kita gak kita kasih, kasian.. Kalau saya sih, saya perjuangkan walaupun awal-awal menyusui saya sempat kena radang puting dan berdarah darah, 😭 tapi saya bersikeras untuk kasih ASI ekslusif dan Alhamdulillah tepat bulan ini bayi saya lulus asi eksklusif S1 dan lanjut S2 👏 semangat!!

Oh iya, kalau ngomongin soal menyusui banyak banget tuh barang-barang perintilannya yang harus di beli, dan yang paling bikin saya bersyukur hidup di era yang serba ada ini adalah adanya baju menyusui. Hehe.. Pertama kali saya beli baju menyusui di @nyonya_nursingwear. Awalnya mau beli di online shop yang lain tapi kok kayanya ga bagus ya dr segi model dan bahan, pas buka ig @nyonya_nursingwear langsung banyak yang mau di beli, tapi berhubung gak mau di bilang pemborosan sama suami jadi saya beli 2 pcs dulu deh. Nursing tank top white, dan phoebe black. Pas datang barangnya langsung saya pakai jalan-jalan sama si baby. Pas suami tau ada baju menyusui yang senyaman itu dia langsung bilang " beli lagi aja tuh bagus bahannya kepake lama juga kan" hehhe yess!! Langsung deh order lagi casey dan phoebe lagi 😄

Sekarang, kalau pergi sama baby ku kemana pun selalu pakai baju menyusui dari nyonya nursingwear soalnya lebih gampang menyusui dan tertutup juga orang gak banyak yang tau kalo si baby lagi mimi :) jadi gak kepake deh tuh nursing cover yang saya beli duluan hihi.. Oh ya karna saya selalu bolak balik luar kota nyusul suami yang dinas disana dan selalu di bawa babyku, selalu dipake tuh phoebe black nya. Sambil nunggu boarding, baby biasanya bete dan mau mimi terus tinggal di gendong pake gendongan kangguru terus sambil menyusui, itu enak banget dan praktis ❤️

Thank you @nyonya_nursingwear memudahkan saya atau ibu lainnya yang pro ASI. terimakasih untuk design-nya yang kece dan simple tapi selalu keren dan yang paling penting adalah nyamannn :))

Salam Pro ASI,
Asrita Achie, Cibubur

Sunday, March 1, 2015

Bayi Kuat Menyusu? Bukan Masalah!



Sejak awal melahirkan, saya berjanji akan memberikan asi eksklusif untuk Karel. Saat Karel berusia 2 minggu, Karel divonis memiliki intoleransi terhadap susu sapi dan produk turunan. Jadi pilihan untuk memberikan asi eksklusif menjadi sebuah keharusan.

Produksi asi saya pun hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan karel sehari hari. Dengan intensitas menyusui yang lebih dari 8 kali sehari. Karel memang kuat menyusunya. Sehingga setiap saya coba pumping hasil asip yang didapat sangatlah sedikit.

Saya pun sadar, saya harus siap menyusui karel secara langsung kapanpun dan dimanapun. Mulailah perjalanan saya untuk mencari baju menyusui yang nyaman, tetapi tetap sopan saat menyusui di tempat umum. Cukup banyak produsen baju menyusui yang casual dan santai, namun tidak mudah menemukan baju menyusui untuk acara resmi atau formal. Apalagi akan ada banyak undangan acara pernikahan dari sahabat sahabat. Akhirnya setelah searching sana sini, saya menemukan akun @nyonya_nursingwear di instagram. Saya pun jatuh cinta dengan model model baju menyusuinya.

Pilihan pertama saya jatuh pada vidya black. Ini seperti "your dream come true", sudah lama sekali saya mencari dress hitam polos yg bisa digunakan untuk acara formal seperti undangan pernikahan. Tetapi belum pernah terwujud, sampai akhirnya saya melihat Vidya black di NyoNya Nursing Wear. Saya pun langsung meminta izin suami dan suami pun langsung setuju karena dia penyuka warna hitam. Jadi apapun yang berwarna hitam pasti langsung di-OK-in hahaha.. Dan saya pun bisa hadir di acara pernikahan sahabat baik saya, menggunakan vidya black. Sungguh bahagianya saya dan sangat berterima kasih pada NyoNya Nursing Wear.

Hal yang menggelikan adalah ada seorang ibu yang penasaran bagaimana saya menyusui anak saya ketika di resepsi pernikahan tersebut karena saya terlihat tidak membawa botol susu. Sang ibu bertanya "Mbak, anaknya masih ASI ya?". "Iya Bu". "Ooo ini tadi anaknya nyusu ngga disini?". "Iya Bu, tadi sebelum tidur nyusu dulu". Karel sedang tidur dipangkuan saya. Jawab sang ibu, "Oooo pasti tadi pas nyusu keluar dulu ya. Saya dulu kalau lagi di acara begini, kalau mau nyusuin pasti nyari tempat sepi dulu". Saya hanya tersenyum membalas pertanyaan ibu tersebut, mungkin ibu itu bertanya tanya bagaimana cara saya menyusui dengan model baju yang saya gunakan seperti itu. :)

Sampai sekarang Karel berumur 8 bulan, saya masih terus memberikan ASI untuk karel secara langsung. Jadi bakal selalu stay tune di instagram @nyonya_nursingwear untuk keep update baju baju menyusuinya. Sukses terus ya buat NNW, you know what a breastfeeding mom needs.

- Putri Devi, Kutai Kartanegara

Friday, February 27, 2015

Bebas Menyusui Meski Tinggal dengan Saudara Laki-Laki



Di awal kehamilan anak pertamaku, aku mengalami morning sickness yang sangat dahsyat sehingga mengharuskanku untuk bedrest di rumah dan resign dari pekerjaan. Hal tersebut membuat aku tidak bisa keluar kemana-mana dan suamipun seringkali dinas keluar kota. Alhasil, badanpun mulai membengkak baju-baju sudah banyak yang tidak muat. Beruntung aku menemukan akun @nyonya_nursingwear di instagram sehingga aku tidak perlu repot-repot beli baju keluar rumah.

Aku pun membeli 1 stel baju tidur dan 1 baju untuk berpergian. Ternyata nyaman sekali untuk ibu hamil yang perutnya semakin membuncit, dan modelnya sangat bagus. Aku menjadi ketagihan untuk terus menambah koleksi bajunya. Setelah anakku lahir, aku terus menambah koleksi baju NyoNya Nursing Wear. Apalagi aku masih tinggal dirumah mertua bersama penghuninya yang dominan saudara laki-laki. Memakai baju menyusui NyoNya memudahkanku untuk menyusui bayiku di ruang keluarga, ruang tv sambil berkumpul bersama keluarga.

Selain itu, mengajak si kecil imunisasi dan berpergian menggunakan taksi saat suamiku dinas keluar kota pun tidak membuatku khawatir untuk menyusui si kecil selama perjalanan. NyoNya Nursing Wear menambah rasa percaya diriku saat menyusui ditempat umum. Ditambah lagi, mengingat aku berasal dari keturunan jawa yang selalu ingin menampilkan pribadi yang sopan dan santun, dengan adanya baju-baju dari nyonya nursingwear privasiku tetap terjaga dan bayi bebas menyusu kapanpun dia mau. Terimakasih NyoNya Nursing Wear, recommended sekali.

-Adhisty Riezka, Jakarta Pusat

Wednesday, February 25, 2015

Memancing Support Mertua untuk Pro-ASI




Sebelum anak saya, Natanael, lahir saya optimis bisa memberikan ASI ekslusif. Namun realitanya ada banyak tantangan yang saya hadapi dalam mewujudkan komitmen itu. Mulai dari sindrom baby blues hingga mertua yang kurang mendukung. Saya harus selalu memotivasi diri sendiri dengan berbagai cara. Selain banyak berelasi dengan orang yang pro asi, memiliki baju khusus menyusui adalah salah satu mood booster yang sangat ampuh.

Salah satu koleksi baju menyusui yang saya sukai adalah Nyonya Nursing Wear. Desainnya simple tapi chic dan yang terpenting sangat comfortable untuk menyusui.
Potongan baju yang pas di badan saya juga menjadikan baju menyusui NNW item favorit untuk acara khusus. Termasuk ketika Natal kemarin, saya berhasil 'menggoda' mertua. Mama mertua yang tadinya cuek terhadap all about breastfeeding item, berkomentar tentang baju NNW yang saya pakai. Mertua bilang bajunya bagus dan bisa jadi ide untuk kado kalau ipar saya nanti  melahirkan.Terima kasih untuk koleksi bagusnya, Nyonya Nursing Wear :).

-Ria Putri, Makassar

Wednesday, February 18, 2015

Investasi Baju Hamil dan Menyusui dengan NNW

image1.JPG
Pertama-tama kenalkan saya Sheila, ibu muda dari satu anak laki-laki usia 8 bulan. Sebagai ibu muda, saya masih tetap ingin tampil modis dong ya walaupun menyusui. Pada awalnya saya mengetahui tentang NNW dari iseng-iseng saat berselancar di instagram. Karena penasaran, saya lanjutkan dengan browsing di website dan saya pun langsung suka pada NNW. 😍😍
Pertama lihat modelnya itu loh, kece badaiiii.. Baju menyusui yang tidak seperti baju menyusui pada umumnya. Saya pun langsung memesan 2 baju (Blair & Ariana) dan saat kiriman datang, saya semakin jatuh cinta pada NNW dengan bahannya yang tebal, sangat nyaman, dan tidak terlihat murahan. Padahal pada awalnya saya mengira bahwa belanja di NNW akan sama dengan belanja di online shop lain, barang aslinya tidak sebagus di katalog. Tapi ternyata aslinya bagus banget. Bahannya spandex tapi tebal dan tetap adem. Setelah itu, saya langsung buka website NNW lagi untuk membeli baju menyusui yang ke dua kalinya. 😜 Pada saat ini saya kembali memesan Ariana, ditambah dengan Casey blouse.
Dari dulu saya mengalami kesulitan mencari baju menyusui yang modis, mentok-mentoknya saya selalu mebeli baju model kemeja kancing depan, tapi lama-lama bosen juga karena jadinya model yang saya punya itu-itu saja. Sekarang kalau lihat baju di mall, saya hanya merasa tertarik tapi tidak ada keinginan untuk membeli. Inginnya beli di NNW saja karena baju menyusuinya tidak kalah kece.

Selain itu, yang membuat saya semakin suka dengan NyoNya Nursing Wear adalah tersedianya model dress menyusui yang juga tidak kalah keren dengan blus-blusnya. Selama ini saya selalu ingin memakai dress tapi tidak bisa karena tidak mungkin saya membuka baju dari bawah sampai atas untuk menyusui. Dengan menggunakan dress menyusui NNW, masalah tersebut dapat teratasi.
Membeli baju menyusui di NyoNya Nursing Wear dapat dikatakan investasi, karena baju-bajunya dapat dipakai dari hamil sampai menyusui alias 2 in 1. Bahkan sampai sekarang saya masih belum bisa berhenti belanja di NNW karena setiap saya cek selalu ada model baru yang membuat saya ingin beli terus.😍
Jalan-jalan ke mall gak pake ribet. Jika akan menyusui, tinggal singkap saja, jadi deh menyusui. Tidak perlu repot menutupi bagian atas payudara karena takut kelihatan. Pokoknya baju menyusui NNW paling the best lah.
-Sheila Angelina, Denpasar, Bali

Tuesday, February 17, 2015

Tekad Sekuat Baja Demi Menyusui Sang Buah Hati



Saya Diana Dewi, ibu dari tiga orang putra. Pengalaman ASI saya pada putra ketiga sangat penuh perjuangan, kesabaran dan tangisan, hehe.. (Beneran lho!). Pada putra pertama dan putra kedua saya menyerah tidak bisa memberikan ASI dikarenakan puting payudara yang sungguh imut dan 'blesek' alias masuk ke dalam. Tetapi ketika melahirkan putra ketiga pada tanggal 28 Oktober 2014 lalu saya bertekad bulat untuk memberikan ASI full kepada bayi saya.

Di hari pertama dan kedua, bayi saya belum bisa menghisap ASI karena payudara yang masih tersumbat. Dengan tekad baja, saya akhirnya memompa ASI yang pada 1 jam kemudian hanya dapat 10ml (miriiiss..). Walaupun demikian, saya senang bukan main, ada harapan dalam hati saya. Di selingi ASI hasil perahan dan susu kambing (pada saat itu saya berikan formula bayi merk Kari Home susu kambing), alhamdulillah di usia tujuh hari bayi saya sukses menghisap ASI. Disitu saya sadar bahwa bagaimanapun kondisi payudara, setiap ibu bisa memberikan ASI untuk bayi tercinta, tinggal bagaimana semangat, tekad dan keras kepala sang ibu untuk berusaha. Sekarang bayi saya berumur tiga bulan, alhamdulillah sehat, montok dan lucu sekali.

Sebelum mengetahui NyoNya Nursing Wear terus terang saya kesulitan untuk mencari baju menyusui, dikarenakan keterbatasan perlengkapan dan peralatan menyusui yang terbatas di Samarinda. Ketika saya follow instagram account dan memesan beberapa baju koleksi NyoNya Nursing Wear saya langsung ketagihan karena desain dan bahan yang digunakan sangat comfy dan stylish, harganya pun bersahabat.  Sekarang dengan menggunakan koleksi baju menyusui NNW berpergian dengan bayi kemana saja sudah tidak terlalu repot, bayi menangis minta nenen tinggal buka dan langsung nenen. Tidak perlu cover menggunakan menyusui lagi karena desain NNW sudah cukup menutupi bagian  payudara. Sungguh saya berterima kasih karena NNW sudah mendesain baju menyusui dengan begitu nyaman dan cantik dipakai. Nyonya.Nursing Wear memang merk baju menyusui yang recomended! :)

-Diana Dewi, Samarinda