Showing posts with label dress menyusui. Show all posts
Showing posts with label dress menyusui. Show all posts

Monday, November 2, 2015

Tetap ceria bersama NNW

Dulu waktu hamil anak pertama dan kedua nggak pernah kepikiran untuk punya baju menyusui. Sempat mencoba satu brand nursing wear tapi kecewa dengan kualitas bahannya. Namun di kehamilan yg ketiga saya berubah pikiran. Kebetulan HPL sang bayi di bulan november, berarti bulan desember saya bisa membawa sang bayi ikut ibadah natal. Biar dedek bayi bisa tetap minum Asi saat ibadah berlangsung, saya butuh outfit yang tepat untuk natal kali ini. Akhirnya saya cek di instagram #nursingdress dan yang keluar adalah foto-foto baju dari Nyonya Nursing Wear. Sekali lihat, saya langsung suka dengan modelnya. Vidya dress dan raquel blouse jadi pilihan pertama saya. 
Begitu paket sampai dan pakaian dikenakan, hmm, bahannya nyaman dan cuttingnya pun pas. Bukaan untuk menyusui juga cukup lebar tapi tetap tersembunyi jadi aman menyusui di public area tanpa pake nursing apron. Natal tiba dan kami pun bersilaturahmi ke rumah teman-teman gereja. Salah satu ibu bercelutuk saat melihat saya membawa bayi, "Loh, kamu nanti gimana nyusuinnya?. Dengan santai saya menjawab, "Tenang tante. Kan ntar tinggal buka di sini," sambil menunjuk bukaan di dress saya. Dan saat dia melihat saya sedang menyusui, dia pun berkata, "Asyik juga ya sekarang menyusui lebih enak karena bajunya ada bukaan, kalau dulu malu deh kalau harus menyusui di tempat umum, makanya kalau lagi keluar bawa susu formula"
Yah, seandainya zaman dulu sudah ada nursing dress yang keren seperti Nyonya Nursing Wear mungkin akan lebih banyak bayi yang dapat ASI eksklusif.
Thank you Nyonya. Suasana hatiku lebih ceria karena dapat tampil cantik meski sedang menyusui :D
 
- Hilda Davina, Tangerang

Monday, October 26, 2015

Mendukung adaptasi new mom dengan nursingwear yang nyaman

Halo, perkenalkan nama saya Caca, ibu satu anak laki-laki bernama Abi usia 3 bulan.
Alhamdulillah Abi lahir sehat sempurna dengan persalinan normal tanggal 30 September 2014 pukul 23.10 WIB. Saya tidak pernah sebangga dan sebahagia ini sebelumnya. Ngurusin ribetnya nikahan yang kalau kata orang jadi ratu semalam, masih kalah bahagianya dibanding melahirkan.
Allah Maha Baik. Alhamdulillah, Allah mengabulkan satu per satu doa saya. Saya memang mempersiapkan secara matang kehamilan pertama saya, mulai dari dokter kandungan yang kece, rumah sakit bersalin yang pro IMD pro ASI, jarak tempuh dari rumah, biaya persalinan, pakaian dan peralatan untuk menyusui, dll. Niat saya memang melahirkan secara normal, bisa IMD, dan bisa menyusui ASI.
Meskipun saya bisa merasakan nikmatnya IMD selama 1 jam, keesokan harinya saya merasa was-was karena ASI saya yang tidak langsung banyak keluar. Namun tetap saya disusukan pada Abi. Sampai 2 malam saya di RS, setelah dokter kandungan saya datang untuk mengecek kondisi saya, saya diperbolehkan pulang.
Ketika Abi usia 4 hari, suhu badannya tinggi, saya pernah baca kalau diberi ASI akan turun sendiri, walaupun ASI saya belum lancar tetap saya berikan.  Esoknya memang jadwal Abi kontrol dokter anak. Kami kembali ke RS tempat Abi dilahirkan. Betapa kecewanya saya ternyata Abi terkena kuning dan harus difototerapi, tidak diizinkan pulang. Saya dan suami bingung setengah mati, saya bilang apa adanya ke dokter kalau saya tidak tega meninggalkan Abi di RS, karena paling tidak butuh waktu 24 jam untuk fototerapi. Pikiran saya semwarut, bagaimana dengan ASInya dll.
Akhirnya saya dengan suami memutuskan untuk menginap di RS, kami beli kamar untuk istirahat kami. Kami tidak tega meninggalkan Abi sendiri di RS meskipun dokter bilang saya boleh pulang.
Malam itu sebelum Abi difototerapi, saya berusaha memberikan ASI dulu, malang ASI saya tetap belum lancar. Bidan menyarankan untuk memompa, hasilnya pun sangat mengecewakan. Dalam hati, saya menyalahkan diri saya sendiri baru kali ini saya begitu bodoh sampai anak sendiri sakit karena saya. Tak kuat, saya peluk suami saya, saya menangis.
Tawaran untuk memberi susu formula mulai menghantui, suami nampaknya mulai resah sehingga membujuk saya agar mau memberikan formula. Saya bingung, di satu sisi saya ingin memberikan asi eksklusif, di sisi lain saya tahu asi saya belum lancar dan anak saya harus diberi makan.
Teringat postingan teman saya yang mempunyai anak lebih dulu, dia memiliki persediaan asip yang tidak sedikit. Nekat saya telpon dia, kebetulan anaknya juga laki-laki, saya minta tolong apakah mau mendonorkan asipnya. Alhamdulillah teman saya bersedia. Setelah Abi diproses untuk fototerapi (dalam keadaan lapar 😭), saya dan suami bergegas pulang untuk packing sebentar dan menuju rumah teman saya. Saya ceritakan semua ke teman saya, dia sangat paham, selain memberikan asipnya saya diberikan pula persediaan fenugreeknya. Alhamdulillah.
Bergegas pula kami kembali ke RS untuk memberikan Abi asip milik teman saya. Untuk pertama kalinya Abi mengenal dot. Hati saya terenyuh melihat Abi minum dengan lahapnya namun bukan dengan asi milik saya.
Di kamar RS saya rajin memompa, berapapun yang saya hasilkan langsung saya bawa ke ruang bayi untuk diberikan ke Abi. Tentu setiap ke ruang bayi saya selalu sendu, tidak tega melihat Abi sendiri dengan penutup mata dan diaper. Saya berusaha kuat, saya harus tegar, karena jika saya lemah, Abi pun ikut lemah. Saya tahan tangis saya sekuat tenaga saya, saya ajak Abi berbicara bahwa Abi anak kuat, Abi anak sehat sebentar lagi kita pulang.
Setelah 24 jam yang melelahkan, hasil lab sudah kami peroleh, Abi diperbolehkan pulang. Selama di rumah saya gembleng diri saya sendiri. Saya konsumsi semua yang kata orang bisa memperlancar asi saya. Mulai dari kacang-kacangan, sayur katuk, dan jus pare. Alhamdulillah lancar dan melimpah sampai harus saya pompa. Alih-alih meminum asipnya, Abi lebih doyan menyusu pada saya but I love this bonding. Bahkan sekarang kalau diberi dot, Abi malah nangis menolak. Bingung dong saya, otomatis Abi harus ikut saya kemanapun saya pergi. Kemana-mana saya pake kemeja kancing depan supaya mudah menyusui. Tetapi tidak semudah yang saya pikir, tetap ribet karena harus buka kancingnya dulu dan mencari penutup untuk dada saya yang terlihat.
Sampai kakak ipar saya mention saya di instagram @nyonya_nursingwear, saya coba untuk membelinya. Produk nyonya pertama saya yaitu Nadya warna biru dongker. Wah, di luar dugaan ternyata nyaman sekali, saya pakai dengan cardigan karena saya berjilbab, bahannya juga nyaman spandex dingin dan melar. Paling penting adalah tidak repot untuk menyusui dan dada tidak terlihat karena menyusuinya tinggal membuka celah di samping dada (jadi ngga gampang masuk angin juga hihihi). Setelah itu saya jadi ketagihan beli model-model yang lainnya, saya punya Casey, Carmen, Tiara, Anna, dan akan terus beli model yang lainnya. Terima kasih Nyonya Nursingwear karena sudah menyediakan pakaian menyusui yang nyaman dan menyenangkan pemakainya, yang paling penting adalah mendukung asi eksklusif, so please tetap berinovasi karena memang beda dari produk baju menyusui lain.

- Nur Pasca Fitriani, Surabaya

Monday, October 19, 2015

Tetap Gaya ketika Menyusui


Ketika memutuskan untuk menyusui anak saya yang ke-2, saya bersemangat karena termotivasi akan memberikan yang terbaik. Namun di sisi lain, juga mulai terbayang kerepotan yang akan terjadi, mulai dari siap sedia menyusui di mana saja dan kapan saja, sibuk memompa ketika masuk kerja, serta keharusan menjaga asupan makanan agar ASI berkualitas. Persiapan menyusui seperti pompa, apron, botol-botol kaca adalah hal-hal pertama yang saya siapkan. Menyusul berikutnya adalah mengumpulkan stock kemeja atau baju berkancing depan. Terus terang melihat baju kemeja tersebut rasanya membosankan, karena modelnya begitu-begitu saja. Terbayang ke kantor harus berkemeja dan kalau ke mall juga demikian. Di rumah pun harus memakai daster berkancing depan, padahal inginnya tetap gaya dengan kaos.
Hingga pada suatu waktu ketika sedang berselancar di internet, saya menemukan website Nyonya Nursing wear. Ketika melihat-lihat websitenya, saya langsung bersemangat karena modelnya tidak melulu “kemeja”.  Tanpa menunggu lama, saya langsung membeli kaos Phoebe putih dan tanktop Mandy putih. Pertama kali saya menerima barangnya, saya langsung suka karena bahannya halus dan berkesan premium. Phoebe sering saya pakai ketika ada tamu di rumah atau sekedar pergi ke dokter untuk kontrol bayi karena nyaman dan praktis.
Pada saat yang sama saya mulai masuk kerja, Nyonya Nursing wear meluncurkan line koleksi baju kerja.  Sayapun langsung antusias mencari tahu apa yang ditawarkan Nyonya Nursing wear. Pada kesempatan pertama, saya langsung membeli Marie dan Wendy dan keduanya langsung jadi baju yang sering dipakai ke kantor. Dari keduanya, favorit saya adalah Marie. Awalnya teman-teman sesama ibu menyusui pikir saya tidak menyusui karena mengira baju yang saya pakai bukan potongan baju menyusui.
“Nggak menyusui yah Nggit?”
“Menyusui kok, kan bayi masih 3 bulan”
“Kok bajunya gitu, nggak ada bukaan depan, apa nggak ribet pas mompa ASI?”
Namun ketika dijelaskan bahwa baju ini memiliki celah vertikal kanan kiri untuk bukaan menyusui tanpa kancing yang ribet, mereka langsung takjub atas keunikan baju ini. Kecintaan saya pada Marie bukan saja karena bukaan menyusuinya yang unik, tapi juga pada bahannya yang adem, serta potongannya yang memungkinkan dipakai kerja dan jalan-jalan.
Kalau nge-mall sambil pakai baju inipun, pemakaiannya sangat praktis, karena ketika bayi sudah lapar, bisa langsung dibuka dan ‘hap’ disusukan tanpa ribet buka kancing. Malah saking favoritnya, saya punya 2 (dua) Marie, yaitu Marie blue dan pink!! ☺
D:\INGGIT\PERSONAL\My Pictures\Personal\compress claire.jpg

Sejak memiliki beberapa koleksi Nyonya Nursing wear, menyusui bukan lagi kegiatan yang merepotkan. Gaya dan praktis bisa didapat dalam koleksi Nyonya...!
D:\INGGIT\PERSONAL\My Pictures\Personal\compressed.jpg

Salam,
  • Mama Inggit dan Baby Arkana ☺, Jakarta

Tuesday, October 13, 2015

Tetap bergaya feminim saat menyusui

Hai NNW, aku mau sharing pengalaman aku. Aku baru mempunyai anak pertama yang masih berumur 3 bulan dan ASI badan. Jadi waktu itu aku selalu menggunakan kemeja berkancing depan supaya memudahkan untuk menyusui di mana pun dan kapan pun. Namun, lama kelamaan merasa bosan karena selalu dengan gaya berpakaian kemeja. Pada suatu hari aku datang ke acara aqiqahan istrinya teman suamiku. Saat itu kita sedang menyusui anak bersama-sama di satu ruangan, aku melihat dia menggunakan dress warna hitam, tetapi sambil menyusui anaknya tanpa harus repot membuka dressnya itu dan tidak ada kancing depannya lagi. Lalu, aku bertanya pada dia, beli dressnya dimana dan dia merekomendasikan NNW kepadaku. Langsung tanpa berpikir panjang, aku langsung membuka instagram NNW dan langsung memesannya. Wow, ternyata banyak model baju menyusui NNW yang lucu dan bagus, tetap bisa bergaya seperti sedang tidak menyusui. Karena aku selalu senang berpenampilan feminim, maka aku langsung memesan dressNNW type Camila, Vidya, dan Fiona untuk pertama kalinya. Semenjak aku mempunyai dress menyusuiNNW, aku sudah tidak repot atau bingung untuk memakai dress lagi kemana pun aku berpergian, ke rumah sakit saat membawa bayiku untuk imunisasi, aku menggunakan dress NNW itu atau bahkan ke mall sekalipun untuk sekedar jalan-jalan untuk membeli keperluan bayiku. Jadi, sekarang aku bisa tampil feminim lagi deh seperti saat sebelum menikah dan saat hamil, tanpa harus repot membuka kancing untuk menyusui bayiku dimana pun, kapan pun. Bye bye kemeja... I'm so in love with NNW, bahannya super adem, nyaman, nggak ribet, dan mommy bisa tetap terlihat kece :)

- Dicha, Jakarta

Nursing wear masa kini

Suatu sore, setelah Daddy-nya Azka pulang kantor, kami pergi untuk berbelanja bulanan di salah satu mall di kota medan. Pertama kalinya saya memakai nursing wear dari #NNW. Di Medan, untuk mendapatkan nursing wear itu nggak gampang. Sudah tanya kesana sini, nggak ada yg jual. Akhirnya rasa penasaran saya berlanjut di instagram, mencari online shop dengan hastag #bajumenyusui. Alhamdulillah ketemu sama NNW.
Setelah berbelanja dan makan, niatnya padahal mau window shopping sambil jalan ke parkiran, tapi Azka nangis nggak mau diem di strollernya, padahal biasanya anteng. Kebiasaannya Azka, kalo sudah haus harus cepat-cepat dikasih susu, kalau nggak, pasti dia jerit-jerit. Untunglah, nggak jauh dari saya, ada kursi di dekat lift depannya cafe, jadi akhirnya saya duduk di sana.
Waktu saya mau membuka susu untuk Azka, ada ibu-ibu nyamperin saya. Dia bilang, ada ruangan menyusui di lantai 1. Saat itu, posisi saya di lantai 4. Untuk ke lantai 1 rasanya jauh banget. Bisa-bisa keburu Azka nangis jejeritan.
Saya bilang, "Nggak apa-apa, Bu. Disini aja," sambil tetep duduk di kursi itu.
Ibu itu heran karena saya pake dress (Vidya Dress). Mungkin dia pikir saya mau buka dari bawah kali ya, hahaha.
Dia bilang sambil menunjuk cafe di depan saya, "Nggak sopan loh, Dek. Soalnya di depan itu tempat orang makan.”
Saya cuekin aja si ibu tadi, sambil tetap menyusui Azka.
Kemudian Ibu itu kembali bertanya, "Loh, bajunya ada jendelanya? Kok keren ya? Beli dimana? Berapa harganya?"
Sambil senyum bangga, saya menjawab,  "Saya beli online di instagram, Bu. Di @nyonya_nursingwear. Coba search aja."
Kemudian Ibu itu lanjut penuh pertanyaan, katanya mau kasih tahu menantunya untuk beli juga, sambil berkata sambil tertawa, "Jaman Ibu dulu belum ada baju yang ada jendelanya. Ada aja ide orang jaman sekarang yaa."
Saya sangat nyaman menggunakan NNW di berbagai acara, entah itu kondangan, ngemall, atau ke dokter untuk imunisasi Azka. Kemanapun saya pergi, saya selalu mendapatkan pertanyaan yang sama: “Dimana beli bajunya?"
#NNW memang sangat membantu untuk Ibu menyusui. Nggak harus menggunakan baju kemeja saja untuk menyusui. Bisa juga tampil centil dengan dress, hehehe. Bener2 nursing in style!!
Sukses terus yah, NNW!

-Ade Irma Yusnita, Medan

Tuesday, September 29, 2015

A shoutout from Melbourne

I gave birth to my first child at the Royal Women Hospital in Melbourne October last year. I've ordered a few of nursing cloths from Nyonya Nursing Wear to be brought by my mum before I went into labor. The midwives and doctor there were amazed by those cloths. They said it was handy and clever designs. One thing for sure, those cloths were extremely helpful since I have to fed my newborn every hour at the hospital!

- Rina Amalia, Bogor

Monday, September 14, 2015

Nyaman berjalan-jalan dengan keluarga

Bismillahirahmannirahim..

Jalan-jalan adalah hal paling menyenangkan untuk seorang ibu rumah tangga seperti saya, apalagi jalan-jalan bersama anak dan suami. Suatu hari, saya, suami dan Baby Genta bersiap pergi ke taman kota, lalu ibu mertua saya bertanya, “Kok tumben gak pake baju menyusui, nanti ribet loh harus cari nursing room di taman”. Dalam hati, saya senang karena baju menyusui yang saya pakai tidak terlihat seperti baju menyusui kebanyakan yang hanya menggunakan kancing depan untuk akses menyusui.
Kemudian saya menjawab, “Ini baju menyusui kok, Bu. Hanya modelnya saja yang modern, bahannya juga bagus tidak panas kalo dipake ke taman.
Saat itu saya menggunakan Casey Peach dari NNW. Elbow patch yang lagi tren yang membuat saya tertarik untuk membelinya.
Teman-teman saya sesama pejuang ASI pun kalo lihat saya pake Casey jadi sering bertanya, kok ada baju menyusui trendy seperti ini, ga ribet dan bahannya super nyaman.
Terimakasih NNW sudah menjadi sahabat pejuang ASI dengan modelnya yang keren dan up to date!

- Dyah Kartika S, Purwokerto

Sunday, March 1, 2015

Bayi Kuat Menyusu? Bukan Masalah!



Sejak awal melahirkan, saya berjanji akan memberikan asi eksklusif untuk Karel. Saat Karel berusia 2 minggu, Karel divonis memiliki intoleransi terhadap susu sapi dan produk turunan. Jadi pilihan untuk memberikan asi eksklusif menjadi sebuah keharusan.

Produksi asi saya pun hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan karel sehari hari. Dengan intensitas menyusui yang lebih dari 8 kali sehari. Karel memang kuat menyusunya. Sehingga setiap saya coba pumping hasil asip yang didapat sangatlah sedikit.

Saya pun sadar, saya harus siap menyusui karel secara langsung kapanpun dan dimanapun. Mulailah perjalanan saya untuk mencari baju menyusui yang nyaman, tetapi tetap sopan saat menyusui di tempat umum. Cukup banyak produsen baju menyusui yang casual dan santai, namun tidak mudah menemukan baju menyusui untuk acara resmi atau formal. Apalagi akan ada banyak undangan acara pernikahan dari sahabat sahabat. Akhirnya setelah searching sana sini, saya menemukan akun @nyonya_nursingwear di instagram. Saya pun jatuh cinta dengan model model baju menyusuinya.

Pilihan pertama saya jatuh pada vidya black. Ini seperti "your dream come true", sudah lama sekali saya mencari dress hitam polos yg bisa digunakan untuk acara formal seperti undangan pernikahan. Tetapi belum pernah terwujud, sampai akhirnya saya melihat Vidya black di NyoNya Nursing Wear. Saya pun langsung meminta izin suami dan suami pun langsung setuju karena dia penyuka warna hitam. Jadi apapun yang berwarna hitam pasti langsung di-OK-in hahaha.. Dan saya pun bisa hadir di acara pernikahan sahabat baik saya, menggunakan vidya black. Sungguh bahagianya saya dan sangat berterima kasih pada NyoNya Nursing Wear.

Hal yang menggelikan adalah ada seorang ibu yang penasaran bagaimana saya menyusui anak saya ketika di resepsi pernikahan tersebut karena saya terlihat tidak membawa botol susu. Sang ibu bertanya "Mbak, anaknya masih ASI ya?". "Iya Bu". "Ooo ini tadi anaknya nyusu ngga disini?". "Iya Bu, tadi sebelum tidur nyusu dulu". Karel sedang tidur dipangkuan saya. Jawab sang ibu, "Oooo pasti tadi pas nyusu keluar dulu ya. Saya dulu kalau lagi di acara begini, kalau mau nyusuin pasti nyari tempat sepi dulu". Saya hanya tersenyum membalas pertanyaan ibu tersebut, mungkin ibu itu bertanya tanya bagaimana cara saya menyusui dengan model baju yang saya gunakan seperti itu. :)

Sampai sekarang Karel berumur 8 bulan, saya masih terus memberikan ASI untuk karel secara langsung. Jadi bakal selalu stay tune di instagram @nyonya_nursingwear untuk keep update baju baju menyusuinya. Sukses terus ya buat NNW, you know what a breastfeeding mom needs.

- Putri Devi, Kutai Kartanegara

Wednesday, February 25, 2015

Memancing Support Mertua untuk Pro-ASI




Sebelum anak saya, Natanael, lahir saya optimis bisa memberikan ASI ekslusif. Namun realitanya ada banyak tantangan yang saya hadapi dalam mewujudkan komitmen itu. Mulai dari sindrom baby blues hingga mertua yang kurang mendukung. Saya harus selalu memotivasi diri sendiri dengan berbagai cara. Selain banyak berelasi dengan orang yang pro asi, memiliki baju khusus menyusui adalah salah satu mood booster yang sangat ampuh.

Salah satu koleksi baju menyusui yang saya sukai adalah Nyonya Nursing Wear. Desainnya simple tapi chic dan yang terpenting sangat comfortable untuk menyusui.
Potongan baju yang pas di badan saya juga menjadikan baju menyusui NNW item favorit untuk acara khusus. Termasuk ketika Natal kemarin, saya berhasil 'menggoda' mertua. Mama mertua yang tadinya cuek terhadap all about breastfeeding item, berkomentar tentang baju NNW yang saya pakai. Mertua bilang bajunya bagus dan bisa jadi ide untuk kado kalau ipar saya nanti  melahirkan.Terima kasih untuk koleksi bagusnya, Nyonya Nursing Wear :).

-Ria Putri, Makassar