Showing posts with label ibu menyusui. Show all posts
Showing posts with label ibu menyusui. Show all posts

Tuesday, December 6, 2016

Plus Minus Menjadi Seorang Mompreneur




Jakarta, Sabtu (29/10/16), bertempat di Sambara, Ciputat. Wonder Mother Indonesia mengadakan selebrasi ke-1 (satu) tahun komunitasnya dan mengadakan acara family gathering. Dengan dihadiri sekitar 50 moms and dads, acara ini betemakan “Merajut Kebersamaan dalam Keanekaragaman”. Acara dibuka dengan perkenalan di antara para member WMI, dilanjut dengan tutorial make-up by wardah, sharing session bersama NyoNya Nursing Wear founder, Bintan Sholihat, dan dimeriahkan dengan aneka lomba & hiburan. Di acara tersebut juga para moms dan member lainnya melakukan sharing tentang pengetahuan parenting dan berbagai informasi terkait ibu dan bayi.

Dalam sesi sharing bersama founder NyoNya, Bintan Sholihat, dibahas mengenai plus minus menjadi mompreneur (ibu yang memiliki bisnis).  Dimulai dari plus-nya, tentunya sangatlah nyaman bagi wanita bisa berbisnis dan bekerja di rumah, beberapa keuntungan nya yaitu:

1. Jam kerja yang fleksibel. Tidak terikat harus mulai jam sekian selesai jam sekian, semua mom yang atur sendiri.
2. Lebih banyak waktu dengan anak. Bisa menikmati menjadi ibu seutuhnya dengan mengurus seluruh kebutuhan anak.
3. Secara financial tidak harus bergantung sama suami untuk keperluan sendiri.
4. Bekerja sesuai passion sehingga tidak ada beban mental yang berarti.
5. Tidak perlu repot pumping dan stok ASIP.
6. Bisa mengurus suami, masak-masak buat suami sesuka hati.
7. Penghematan. Tidak perlu keluar biaya nanny, fancy breastpump, atau botol-botol buat ASIP.


Walaupun demikian, di sisi lain, menjadi Mompreneur juga memiliki tantangannya tersendiri, diantaranya adalah:
1. Meskipun jam kerja yang fleksible akan tetapi dengan bertambahnya jadwal kegiatan selain menjadi ibu rumah tangga yang kebanyakan tidak semua menggunakan jasa ART (asisten rumah tangga) sangatlah menguras energi dimana ada kalanya mesti tidur larut malam karena deadline pekerjaan. Belum lagi sebagai co-sleeping busui, waktu untuk istirahat pasti ‘terganggu’.
2. Kurang nya waktu untuk “me time” karena waktu luang pasti dipakai untuk bekerja.
3. Sometimes people are just underestimate us. Dipandang sebelah mata karena bekerja dari rumah, dianggap tidak benar-benar menghasilkan uang.
5. Memang benar menjadi Mompreneur tidak  akan bertemu dengan horrible bosses tapi kita berhadapan langsung dengan supplier, customer dengan karakter dan kemauan yang berbeda-beda, dan terkadang rasanya sepadan dengan berhadapan dengan horrible bosses.

Sharing pun dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dimana para moms anggota WMI banyak mengajukan pertanyaan tentang bagaimana memulai bisnis, dan beberapa pertanyaan teknis lain seputar menjalankan bisnis dari rumah. Ternyata, banyak Moms lainnya tertarik untuk menjadi Mompreneur seperti Mom Bintan.

Terakhir, sebagai pengisi acara sharing Mom Bintan pun menyatakan kesan-kesannya terhadap komunitas ibu Wonder Mother Indonesia, “Salut sama bagaimana para ibu bisa bersatu, berkumpul, dan saling memotivasi terhadap kesuksesan menyusui dan parenting. Angkat juga sedikit tentang misi WMI untuk membuat ibu-ibu senang karena mama senang susunya banyak.” terang ibu satu anak ini.

Friday, September 16, 2016

Mudahnya Membuat Menu Sehat Untuk Si Kecil



Jakarta, Sabtu (11/9/2016) bertempat di Living with Lof, Tim Kejora Indonesia yang beranggotakan drg. Stella Lesmana dan drg. Tara Prathita bekerjasama dengan Nyonya Nursingwear, @kelincitertidur (Kushandari Arfanidewi dari catering sehat Ayshealthyascanbe), serta Nuby Indonesia mengadakan acara healthy cooking workshop serta diskusi “Healthy Eating for Kids and Breastfeeding Mommies” bersama ahli gizi dr. Alex Santoso, MGizi. Acara ini diikuti oleh 16 orang Ibu yang mana dalam acara ini dijelaskan pula cara membuat 4 menu sehat yaitu Mixed Berry nice Cream, Almond Milk, Raw Chocolate Truffle, dan Choco Avocado Mousse.


(Kiri - Kanan)  drg.Tara Prathita, drg. Stella Lesmana, dr. Alex Santoso, Kushandari Arfanidewi


Kushandari Arfanidewi, founder Ayshealthyascanbe Healthy Catering mengingatkan para Ibu untuk selalu memperhatikan kategori makanan sehat bagi keluarganya, “Definisi makanan sehat sebenarnya adalah bahan makanan yang tidak melalui banyak mengalami pemrosesan dan penambahan bahan sintesis, juga dari rasanya pun sebaiknya dipilih yang memiliki rasa mendekati asli, tanpa penambahan rasa tertentu.” ujarnya.

Almond Milk


Salah satu menu dessert yang dibuat pada sesi workshop ini adalah Almond Milk, cara membuatnya pun cukup mudah hanya dalam beberapa langkah saja. Langkah pertama yaitu blender air dan kacang almond, selanjutnya peras dengan air hingga meninggalkan ampas, ulangi proses tadi hingga 3 kali dan yang terakhir cukup simpan dalam wadah tertutup selama paling lama 3 hari. Namun perlu diperhatikan, Almond Milk ini harus disimpan dalam wadah kaca yang steril di kulkas terdalam, karena Almond Milk ini sungguh sensitif pada perubahan suhu udara di sekelilingnya.Melalui workshop ini para ibu juga dapat mengetahui nutrisi yang terkandung dalam menu-menu sehat tersebut. Misalnya pada Almond Milk ini kaya akan vitamin E yang merupakan antioksidan yang ampuh menangkal dan menghilangkan radikal bebas pemicu penyakit kronis.

drg. Stella Lesmana mengatakan “Kami sengaja mengadakan workshop ini untuk mengakomodir kebutuhan para mama guna menyediakan jajanan sehat bagi anak – anak, serta merupakan salah satu bentuk kepedulian Tim Kejora yang memang fokus pada issue kesehatan anak. Melalui event ini kami juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi Si Kecil. Ajak mereka melakukan check up rutin ke dokter gigi sejak usia 1 tahun, minimal 6 bulan sekali. Kebiasaan ini akan berdampak positif bagi pemahaman Si Kecil untuk menjaga kesehatan giginya”.

Tuesday, August 23, 2016

Perjuangan Menyusui Bayi dengan Tongue Tie dan Lip Tie


Hai saya Pretty Angel Bastiaans, umur 30 tahun, ibu dari satu orang anak yang bernama Samantha Angela Sembiring. Dulu saya pegang travel tour Holyland milik keluarga, tapi sejak fokus untuk punya anak, saya sudah off dari travel. Sekarang kegiatan saya full untuk mengurus suami dan Sam. Tanggal 22 Agustus ini anak saya Samantha atau sering saya panggil Sam, genap berumur 2 tahun. 

Awal Sam lahir, saya sempat campur sufor (susu formula) karena saya kurang informasi tentang ASI, saya pikir ASI saja tidak cukup jadi harus dibantu dengan sufor. Beruntung teman saya di Solo yang bernama Dessy adalah konsultan laktasi, setiap hari dia chat saya, mengedukasi saya tentang pentingnya ASI. Saat Sam berumur 3 minggu, saya sudah lepas sufor dan menggunakan full ASI eksklusif, sampai sekarang saya masih menyusui sampai Sam nanti genap 2 tahun.

Sam lahir dengan kondisi tongue tie dan lip tie, keduanya grade 4. Awalnya saya tidak tahu karena memang dari awal saya kurang informasi tentang ASI, saya menyusui penuh perjuangan sekali, karena saya menyusui sampai berdarah-darah dan milk blister berkali-kali. Awalnya saya pikir menyusui sakit itu biasa pas awal-awal tapi ternyata sakitnya terus-terusan, nah waktu Sam 1 bulan, saya tanya Dessy kemudian dia minta saya foto mulut Sam sewaktu menangis, dan pada akhirnya dia pun mengkonfirmasi kalau Sam mengalami tongue tie.

Akhirnya Sam di frenotomi/insisi untuk tongue tienya, sebenarnya frenotomi itu tindakan kecil sekali, tapi untuk saya waktu itu rasanya sedih luar biasa karena masih umur sebulan tapi harus melalui proses itu. Bukan sekedar supaya aktivitas menyusui lebih lancar, tapi juga untuk kedepannya Sam tidak mengalami kendala bicara/ cadel. Setelah frenotomi akhirnya menyusui tidak sesakit sebelumnya meskipun masih terasa sakit, ditambah lagi waktu itu saya belum tahu ada baju menyusui. Bisa dibayangkan menyusui sambil menahan sakit (seperti disilet-silet), terus ribet dengan baju, sampai-sampai berkeringat, terus kalau di area publik harus pakai nursing cover lagi, yang ternyata bikin Sam semakin sebal, dan saya juga jadi stress. Akhirnya Dessy bilang rata-rata baby memang tidak suka dikasih nursing cover, karena sesekali baby kontak mata dengan ibunya dan kadang memakai nursing cover itu terasa sumpek. Jadi dia bilang, coba search di instagram/ internet tentang baju menyusui, dan akhirnya saya menemukan NNW di Instagram, betapa senangnya saya sampai-sampai berasa dapat harta karun :).

Waktu Sam umur 3 bulan saya sudah hampir putus asa menahan sakit dan milk blister yang bolak-balik muncul, akhirnya saya mencari ahli laktasi dan langsung berangkat ke Jakarta untuk menemui Dr. Rini di Kemang Medical Care. Ternyata tongue tie Sam mengalami re-attach karena proses insisi ditambah treatment setelah insisi yang kurang tepat, dan ternyata ada lip tie juga. Saat itu juga dilakukan tindakan insisi untuk tongue tie dan lip tie kepada Sam. Saat Sam berusia 5 bulan saya kembali lagi ke Jakarta karena saya kembali mengalami milk blister, dan ternyata tongue tie nya re-attach lagi. Dr. Rini bilang insisi pertama itu sangat menentukan dan akhirnya berujung dengan Sam harus operasi kecil dengan dokter bedah mulut untuk mengambil tongue tie nya, setelah itu barulah masalah menyusui benar-benar beres.


Kalau saya flash back, saya tidak tahu juga kenapa saya bisa kuat menahan sakit saat itu, dan hebatnya Sam, biasanya baby dengan tongue tie dan lip tie, apalagi sudah grade 4 akan jadi malas untuk menyusu, Tapi Sam tidak, saat saya berjuang untuk menyusui, dia berjuang pula untuk menyusu langsung ke ibunya. Anak dengan tongue tie dan lip tie yang belum tertangani biasanya berat badannya akan turun, tetapi berat badan Sam tetap naik dengan baik, itu tanda Sam juga berjuang.

Saat saya order produk NNW untuk kesekian kalinya, saya sampai bilang ke admin NNW, saya bersyukur sekali dengan adanya produk NNW. Mungkin untuk ibu-ibu yang tidak mengalami tantangan menyusui seperti saya, NNW hanya sekedar baju yang memudahkan untuk menyusui, tapi untuk saya, NNW sudah seperti teman seperjuangan dan sahabat saya. Saat saya harus menahan sakit, saya sangat tebantu sekali dalam berpakaian, tidak perlu ribet lagi mikirin baju dan juga nursing cover, sehingga saya bisa fokus untuk menyusui anak saya. Apalagi disaat launching Nyonya Luxe, saya sangat senang sekali karena saya bisa tetap cantik ke pesta tanpa harus mengorbankan Sam karena saya tetap bisa menyusui Sam kapanpun dan tanpa perlu pusing mencari ruangan untuk menyusui.

Karena kejadian ini, saya dijadikan seperti duta ASI di greja. Sekalipun saya belum menjadi konsultan laktasi, tapi saya mulai diminta untuk mengedukasi ibu-ibu untuk pro ASI. Puji Tuhan sudah 4 orang ibu yang saya tahu yang sudah memberikan full ASI untuk anaknya, karena di Medan masih sedikit sekali ibu-ibu yang pro ASI dibandingkan dengan Jakarta misalnya. Saya bersyukur sekali bisa menemukan NNW disaat saya benar-benar membutuhkan, Terima kasih sudah mendukung kami dan memudahkan kami para ibu untuk menyusui sehingga kami dapat memberikan yang terbaik untuk anak kami. Thank you so much Nyonya Nursing Wear, for making everything easier and prettier :)


-Pretty Angel Bastiaans, Medan

Monday, November 2, 2015

Tetap ceria bersama NNW

Dulu waktu hamil anak pertama dan kedua nggak pernah kepikiran untuk punya baju menyusui. Sempat mencoba satu brand nursing wear tapi kecewa dengan kualitas bahannya. Namun di kehamilan yg ketiga saya berubah pikiran. Kebetulan HPL sang bayi di bulan november, berarti bulan desember saya bisa membawa sang bayi ikut ibadah natal. Biar dedek bayi bisa tetap minum Asi saat ibadah berlangsung, saya butuh outfit yang tepat untuk natal kali ini. Akhirnya saya cek di instagram #nursingdress dan yang keluar adalah foto-foto baju dari Nyonya Nursing Wear. Sekali lihat, saya langsung suka dengan modelnya. Vidya dress dan raquel blouse jadi pilihan pertama saya. 
Begitu paket sampai dan pakaian dikenakan, hmm, bahannya nyaman dan cuttingnya pun pas. Bukaan untuk menyusui juga cukup lebar tapi tetap tersembunyi jadi aman menyusui di public area tanpa pake nursing apron. Natal tiba dan kami pun bersilaturahmi ke rumah teman-teman gereja. Salah satu ibu bercelutuk saat melihat saya membawa bayi, "Loh, kamu nanti gimana nyusuinnya?. Dengan santai saya menjawab, "Tenang tante. Kan ntar tinggal buka di sini," sambil menunjuk bukaan di dress saya. Dan saat dia melihat saya sedang menyusui, dia pun berkata, "Asyik juga ya sekarang menyusui lebih enak karena bajunya ada bukaan, kalau dulu malu deh kalau harus menyusui di tempat umum, makanya kalau lagi keluar bawa susu formula"
Yah, seandainya zaman dulu sudah ada nursing dress yang keren seperti Nyonya Nursing Wear mungkin akan lebih banyak bayi yang dapat ASI eksklusif.
Thank you Nyonya. Suasana hatiku lebih ceria karena dapat tampil cantik meski sedang menyusui :D
 
- Hilda Davina, Tangerang

Monday, October 26, 2015

NNW, membantu secara fisik dan psikologis

Hi Nyonya Nursing Wear..
Pertama aku ingin mengucapkan thanks a lot untuk baju - baju yang memenuhi lemariku. You know, sangat senang rasanya hamil, melahirkan serta melihat anak kita tumbuh dan berkembang dengan baik. Apalagi bisa menyusui mereka eksklusif selama 6 bulan pertamanya. Masalahnya aku sempet dilema dengan berat badan dan bentuk tubuh yg berubah drastis, waktu anak pertama aku naik 25 kg dan hanya bisa turun 15 kg.
Start anak ke 2, beratku 72 kg dan naik hingga 96 kg. Sempat bingung dan putus asa ketika konsultasi dengan dokter bahwa ibu menyusui itu tidak boleh melakukan diet.
Well, selang berapa lama aku berpikir, tidak adil rasanya kalau hanya masalah badan bisa membuatku tidak memberikan ASI eksklusif pada anakku yang masih mempunyai masa depan yang panjang untuk dia jalani. Egois sekali.
Sekarang alhamdulillah aku dapat menyusui anakku dengan tenang. Berat dan bentuk tubuh tidak menjadi persoalan lagi buatku. You know why? Because of you, NNW.
Mungkin bagi sebagian orang baju - baju itu hanya memudahkan untuk menyusui, tapi buatku baju - baju nyonya nursing wear lebih menyentuh segi psikologiku, modelnya yg modis dan pas dengan ukuran badanku sekarang,  membuatku merasa I'm beautiful whatever I look.

Sorry for my Chesa and Zayn, mama sempet egois dan memikirkan diri sendiri. Buat bunda yang lain, membuat badan menjadi ideal lagi bisa kapan saja tapi memberi sesuatu yang terbaik untuk anak hanya saat ini, saat 6 bulan pertamanya. So, give ASI as long as you can. Anywhere, anytime. :)

- Indah Aryasa, Bandung

Mendukung adaptasi new mom dengan nursingwear yang nyaman

Halo, perkenalkan nama saya Caca, ibu satu anak laki-laki bernama Abi usia 3 bulan.
Alhamdulillah Abi lahir sehat sempurna dengan persalinan normal tanggal 30 September 2014 pukul 23.10 WIB. Saya tidak pernah sebangga dan sebahagia ini sebelumnya. Ngurusin ribetnya nikahan yang kalau kata orang jadi ratu semalam, masih kalah bahagianya dibanding melahirkan.
Allah Maha Baik. Alhamdulillah, Allah mengabulkan satu per satu doa saya. Saya memang mempersiapkan secara matang kehamilan pertama saya, mulai dari dokter kandungan yang kece, rumah sakit bersalin yang pro IMD pro ASI, jarak tempuh dari rumah, biaya persalinan, pakaian dan peralatan untuk menyusui, dll. Niat saya memang melahirkan secara normal, bisa IMD, dan bisa menyusui ASI.
Meskipun saya bisa merasakan nikmatnya IMD selama 1 jam, keesokan harinya saya merasa was-was karena ASI saya yang tidak langsung banyak keluar. Namun tetap saya disusukan pada Abi. Sampai 2 malam saya di RS, setelah dokter kandungan saya datang untuk mengecek kondisi saya, saya diperbolehkan pulang.
Ketika Abi usia 4 hari, suhu badannya tinggi, saya pernah baca kalau diberi ASI akan turun sendiri, walaupun ASI saya belum lancar tetap saya berikan.  Esoknya memang jadwal Abi kontrol dokter anak. Kami kembali ke RS tempat Abi dilahirkan. Betapa kecewanya saya ternyata Abi terkena kuning dan harus difototerapi, tidak diizinkan pulang. Saya dan suami bingung setengah mati, saya bilang apa adanya ke dokter kalau saya tidak tega meninggalkan Abi di RS, karena paling tidak butuh waktu 24 jam untuk fototerapi. Pikiran saya semwarut, bagaimana dengan ASInya dll.
Akhirnya saya dengan suami memutuskan untuk menginap di RS, kami beli kamar untuk istirahat kami. Kami tidak tega meninggalkan Abi sendiri di RS meskipun dokter bilang saya boleh pulang.
Malam itu sebelum Abi difototerapi, saya berusaha memberikan ASI dulu, malang ASI saya tetap belum lancar. Bidan menyarankan untuk memompa, hasilnya pun sangat mengecewakan. Dalam hati, saya menyalahkan diri saya sendiri baru kali ini saya begitu bodoh sampai anak sendiri sakit karena saya. Tak kuat, saya peluk suami saya, saya menangis.
Tawaran untuk memberi susu formula mulai menghantui, suami nampaknya mulai resah sehingga membujuk saya agar mau memberikan formula. Saya bingung, di satu sisi saya ingin memberikan asi eksklusif, di sisi lain saya tahu asi saya belum lancar dan anak saya harus diberi makan.
Teringat postingan teman saya yang mempunyai anak lebih dulu, dia memiliki persediaan asip yang tidak sedikit. Nekat saya telpon dia, kebetulan anaknya juga laki-laki, saya minta tolong apakah mau mendonorkan asipnya. Alhamdulillah teman saya bersedia. Setelah Abi diproses untuk fototerapi (dalam keadaan lapar 😭), saya dan suami bergegas pulang untuk packing sebentar dan menuju rumah teman saya. Saya ceritakan semua ke teman saya, dia sangat paham, selain memberikan asipnya saya diberikan pula persediaan fenugreeknya. Alhamdulillah.
Bergegas pula kami kembali ke RS untuk memberikan Abi asip milik teman saya. Untuk pertama kalinya Abi mengenal dot. Hati saya terenyuh melihat Abi minum dengan lahapnya namun bukan dengan asi milik saya.
Di kamar RS saya rajin memompa, berapapun yang saya hasilkan langsung saya bawa ke ruang bayi untuk diberikan ke Abi. Tentu setiap ke ruang bayi saya selalu sendu, tidak tega melihat Abi sendiri dengan penutup mata dan diaper. Saya berusaha kuat, saya harus tegar, karena jika saya lemah, Abi pun ikut lemah. Saya tahan tangis saya sekuat tenaga saya, saya ajak Abi berbicara bahwa Abi anak kuat, Abi anak sehat sebentar lagi kita pulang.
Setelah 24 jam yang melelahkan, hasil lab sudah kami peroleh, Abi diperbolehkan pulang. Selama di rumah saya gembleng diri saya sendiri. Saya konsumsi semua yang kata orang bisa memperlancar asi saya. Mulai dari kacang-kacangan, sayur katuk, dan jus pare. Alhamdulillah lancar dan melimpah sampai harus saya pompa. Alih-alih meminum asipnya, Abi lebih doyan menyusu pada saya but I love this bonding. Bahkan sekarang kalau diberi dot, Abi malah nangis menolak. Bingung dong saya, otomatis Abi harus ikut saya kemanapun saya pergi. Kemana-mana saya pake kemeja kancing depan supaya mudah menyusui. Tetapi tidak semudah yang saya pikir, tetap ribet karena harus buka kancingnya dulu dan mencari penutup untuk dada saya yang terlihat.
Sampai kakak ipar saya mention saya di instagram @nyonya_nursingwear, saya coba untuk membelinya. Produk nyonya pertama saya yaitu Nadya warna biru dongker. Wah, di luar dugaan ternyata nyaman sekali, saya pakai dengan cardigan karena saya berjilbab, bahannya juga nyaman spandex dingin dan melar. Paling penting adalah tidak repot untuk menyusui dan dada tidak terlihat karena menyusuinya tinggal membuka celah di samping dada (jadi ngga gampang masuk angin juga hihihi). Setelah itu saya jadi ketagihan beli model-model yang lainnya, saya punya Casey, Carmen, Tiara, Anna, dan akan terus beli model yang lainnya. Terima kasih Nyonya Nursingwear karena sudah menyediakan pakaian menyusui yang nyaman dan menyenangkan pemakainya, yang paling penting adalah mendukung asi eksklusif, so please tetap berinovasi karena memang beda dari produk baju menyusui lain.

- Nur Pasca Fitriani, Surabaya

Monday, October 19, 2015

Tetap Gaya ketika Menyusui


Ketika memutuskan untuk menyusui anak saya yang ke-2, saya bersemangat karena termotivasi akan memberikan yang terbaik. Namun di sisi lain, juga mulai terbayang kerepotan yang akan terjadi, mulai dari siap sedia menyusui di mana saja dan kapan saja, sibuk memompa ketika masuk kerja, serta keharusan menjaga asupan makanan agar ASI berkualitas. Persiapan menyusui seperti pompa, apron, botol-botol kaca adalah hal-hal pertama yang saya siapkan. Menyusul berikutnya adalah mengumpulkan stock kemeja atau baju berkancing depan. Terus terang melihat baju kemeja tersebut rasanya membosankan, karena modelnya begitu-begitu saja. Terbayang ke kantor harus berkemeja dan kalau ke mall juga demikian. Di rumah pun harus memakai daster berkancing depan, padahal inginnya tetap gaya dengan kaos.
Hingga pada suatu waktu ketika sedang berselancar di internet, saya menemukan website Nyonya Nursing wear. Ketika melihat-lihat websitenya, saya langsung bersemangat karena modelnya tidak melulu “kemeja”.  Tanpa menunggu lama, saya langsung membeli kaos Phoebe putih dan tanktop Mandy putih. Pertama kali saya menerima barangnya, saya langsung suka karena bahannya halus dan berkesan premium. Phoebe sering saya pakai ketika ada tamu di rumah atau sekedar pergi ke dokter untuk kontrol bayi karena nyaman dan praktis.
Pada saat yang sama saya mulai masuk kerja, Nyonya Nursing wear meluncurkan line koleksi baju kerja.  Sayapun langsung antusias mencari tahu apa yang ditawarkan Nyonya Nursing wear. Pada kesempatan pertama, saya langsung membeli Marie dan Wendy dan keduanya langsung jadi baju yang sering dipakai ke kantor. Dari keduanya, favorit saya adalah Marie. Awalnya teman-teman sesama ibu menyusui pikir saya tidak menyusui karena mengira baju yang saya pakai bukan potongan baju menyusui.
“Nggak menyusui yah Nggit?”
“Menyusui kok, kan bayi masih 3 bulan”
“Kok bajunya gitu, nggak ada bukaan depan, apa nggak ribet pas mompa ASI?”
Namun ketika dijelaskan bahwa baju ini memiliki celah vertikal kanan kiri untuk bukaan menyusui tanpa kancing yang ribet, mereka langsung takjub atas keunikan baju ini. Kecintaan saya pada Marie bukan saja karena bukaan menyusuinya yang unik, tapi juga pada bahannya yang adem, serta potongannya yang memungkinkan dipakai kerja dan jalan-jalan.
Kalau nge-mall sambil pakai baju inipun, pemakaiannya sangat praktis, karena ketika bayi sudah lapar, bisa langsung dibuka dan ‘hap’ disusukan tanpa ribet buka kancing. Malah saking favoritnya, saya punya 2 (dua) Marie, yaitu Marie blue dan pink!! ☺
D:\INGGIT\PERSONAL\My Pictures\Personal\compress claire.jpg

Sejak memiliki beberapa koleksi Nyonya Nursing wear, menyusui bukan lagi kegiatan yang merepotkan. Gaya dan praktis bisa didapat dalam koleksi Nyonya...!
D:\INGGIT\PERSONAL\My Pictures\Personal\compressed.jpg

Salam,
  • Mama Inggit dan Baby Arkana ☺, Jakarta

Menyusui dengan nyaman di ruang publik

Hai, nama saya Enny, ibu dari seorang bayi perempuan yang berusia 8 bulan sekarang. Nama Bayi kami adalah Samaggiya. Dia memiliki penyakit jantung bawaan (pjb) dan sudah dioperasi di salah satu rumah sakit di luar negeri 5 bulan yang lalu. Sekarang dia harus melakukan check up rutin sesuai jadwal yang ditentukan oleh dokter. Karena Samaggiya masih bayi, dokter memberi saran ketika kami menaiki pesawat, sebaiknya bayi diberi kompeng saat pesawat take off dan landing tetapi kebetulan Samaggiya tidak mau menggunakan kompeng. Lalu saya berinisiatif untuk memberikan ASI saat pesawat take off dan landing. Dengan memakai baju menyusui dari nnw, saya dapat memberikan ASI kepada Samaggiya di tempat duduk dengan seat belt yang tetap terpasang.
Sesampainya di luar negeri, tentu saja sebagian besar kegiatan kami berada di tempat umum seperti di terminal bus, bus, taxi, rumah sakit, restoran atau mall. Saat kami berada di tempat umum, biasanya suami selalu menyuruh saya berpindah tempat jika ingin menyusui bayi kami. Bahkan jika tidak ada lokasi yg sepi di tempat tersebut, saya harus menyusuinya di toilet. Saya sangat tidak nyaman melakukan hal ini tetapi karena ini adalah permintaan suami maka dengan terpaksa saya menurutinya juga. Namun dengan memakai baju menyusui NNW, sekarang suami sudah mengizinkan saya untuk menyusui bayi kami di tempat umum. Samaggiya sekarang juga tidak harus merengek untuk menunggu saya mencari tempat yang nyaman dan aman untuk menyusuinya.
Baju menyusui dari NNW sangat nyaman dipakai dan bayi pun aman saat diberi ASI. Terima kasih banyak NNW karena sudah menjadi solusi terbaik saya untuk mengatasi permasalahan di atas.

-Enny, Medan

Tuesday, October 13, 2015

Nursing wear masa kini

Suatu sore, setelah Daddy-nya Azka pulang kantor, kami pergi untuk berbelanja bulanan di salah satu mall di kota medan. Pertama kalinya saya memakai nursing wear dari #NNW. Di Medan, untuk mendapatkan nursing wear itu nggak gampang. Sudah tanya kesana sini, nggak ada yg jual. Akhirnya rasa penasaran saya berlanjut di instagram, mencari online shop dengan hastag #bajumenyusui. Alhamdulillah ketemu sama NNW.
Setelah berbelanja dan makan, niatnya padahal mau window shopping sambil jalan ke parkiran, tapi Azka nangis nggak mau diem di strollernya, padahal biasanya anteng. Kebiasaannya Azka, kalo sudah haus harus cepat-cepat dikasih susu, kalau nggak, pasti dia jerit-jerit. Untunglah, nggak jauh dari saya, ada kursi di dekat lift depannya cafe, jadi akhirnya saya duduk di sana.
Waktu saya mau membuka susu untuk Azka, ada ibu-ibu nyamperin saya. Dia bilang, ada ruangan menyusui di lantai 1. Saat itu, posisi saya di lantai 4. Untuk ke lantai 1 rasanya jauh banget. Bisa-bisa keburu Azka nangis jejeritan.
Saya bilang, "Nggak apa-apa, Bu. Disini aja," sambil tetep duduk di kursi itu.
Ibu itu heran karena saya pake dress (Vidya Dress). Mungkin dia pikir saya mau buka dari bawah kali ya, hahaha.
Dia bilang sambil menunjuk cafe di depan saya, "Nggak sopan loh, Dek. Soalnya di depan itu tempat orang makan.”
Saya cuekin aja si ibu tadi, sambil tetap menyusui Azka.
Kemudian Ibu itu kembali bertanya, "Loh, bajunya ada jendelanya? Kok keren ya? Beli dimana? Berapa harganya?"
Sambil senyum bangga, saya menjawab,  "Saya beli online di instagram, Bu. Di @nyonya_nursingwear. Coba search aja."
Kemudian Ibu itu lanjut penuh pertanyaan, katanya mau kasih tahu menantunya untuk beli juga, sambil berkata sambil tertawa, "Jaman Ibu dulu belum ada baju yang ada jendelanya. Ada aja ide orang jaman sekarang yaa."
Saya sangat nyaman menggunakan NNW di berbagai acara, entah itu kondangan, ngemall, atau ke dokter untuk imunisasi Azka. Kemanapun saya pergi, saya selalu mendapatkan pertanyaan yang sama: “Dimana beli bajunya?"
#NNW memang sangat membantu untuk Ibu menyusui. Nggak harus menggunakan baju kemeja saja untuk menyusui. Bisa juga tampil centil dengan dress, hehehe. Bener2 nursing in style!!
Sukses terus yah, NNW!

-Ade Irma Yusnita, Medan

Tuesday, September 29, 2015

Bukaan nursing wear yang tetap membuat nyaman beraktifitas

Saya merasa sangat bersyukur tahu baju menyusui sekaligus untuk hamil juga, Nyonya Nursing Wear. Pertama kali tahu dari hashtag di Instagram yang saya cari untuk persiapan menyusui. Waktu lihat koleksi Nyonya Nursing Wear, saya tertarik karena punya double function, bahkan triple function karena bisa dipakai saat hamil, menyusui dan dalam keadaan sedang tidak hamil dan menyusui. Waktu hamil sekitar 8 bulanan saya beli 2 items "Julia Flowery Dress" & "Rosie" yang salah satunya bisa saya pakai sampai 9 bulan. Nyaman dan bebas bergerak, itu yang saya rasakan waktu memakai koleksi brand ini. Setelah melahirkan pun, saya masih bisa pakai terutama untuk masa menyusui. Bajunya yang cantik, modern dan tidak terlihat seperti baju menyusui, tapi fungsinya sangat berguna untuk menyusui bayi saya. Akses/lubang menyusui pada pakaian sangat leluasa untuk menyusui, jadi bayi tetap nyaman, dan saya juga bisa menyusui di mana saja. Beda dengan dua merek lainnya yang pernah saya coba, tapi ternyata akses/lubangnya terlalu kecil jadi tidak leluasa untuk menyusui bayi. Beberapa hari yang lalu waktu saya ibadah di gereja, saya tetap dapat menyusui sambil mendengarkan khotbah dengan memakai dress "Anna Black" dari Nyonya Nursing Wear, yang waktu itu saya beli dari Breastfeeding Fair di Grand Indonesia bulan Desember 2014 lalu. Bajunya praktis dan tidak perlu apron untuk menutupi, karena lipatan di akses menyusui tersebut bisa menutupi puting. Jadi, tidak terlihat seperti menyusui, dan saya tetap bisa mengikuti ibadah tanpa harus keluar ruangan. Kira-kira 4 bulanan sudah saya pakai koleksi Nyonya Nursing Wear (coba tahu dari awal hamil :D). Senang bisa sharing tentang Nyonya Nursing Wear sama anggota keluarga yang juga sedang hamil supaya mereka prepare baju menyusui. Secara keseluruhan saya sangat puas dengan desain dan kenyamanan dari koleksinya Nyonya Nursing Wear dan masih berniat beli lagi. Terima kasih Nyonya Nursing Wear.

- Paulina, Jakarta Selatan

A shoutout from Melbourne

I gave birth to my first child at the Royal Women Hospital in Melbourne October last year. I've ordered a few of nursing cloths from Nyonya Nursing Wear to be brought by my mum before I went into labor. The midwives and doctor there were amazed by those cloths. They said it was handy and clever designs. One thing for sure, those cloths were extremely helpful since I have to fed my newborn every hour at the hospital!

- Rina Amalia, Bogor

Monday, September 14, 2015

Nyaman berjalan-jalan dengan keluarga

Bismillahirahmannirahim..

Jalan-jalan adalah hal paling menyenangkan untuk seorang ibu rumah tangga seperti saya, apalagi jalan-jalan bersama anak dan suami. Suatu hari, saya, suami dan Baby Genta bersiap pergi ke taman kota, lalu ibu mertua saya bertanya, “Kok tumben gak pake baju menyusui, nanti ribet loh harus cari nursing room di taman”. Dalam hati, saya senang karena baju menyusui yang saya pakai tidak terlihat seperti baju menyusui kebanyakan yang hanya menggunakan kancing depan untuk akses menyusui.
Kemudian saya menjawab, “Ini baju menyusui kok, Bu. Hanya modelnya saja yang modern, bahannya juga bagus tidak panas kalo dipake ke taman.
Saat itu saya menggunakan Casey Peach dari NNW. Elbow patch yang lagi tren yang membuat saya tertarik untuk membelinya.
Teman-teman saya sesama pejuang ASI pun kalo lihat saya pake Casey jadi sering bertanya, kok ada baju menyusui trendy seperti ini, ga ribet dan bahannya super nyaman.
Terimakasih NNW sudah menjadi sahabat pejuang ASI dengan modelnya yang keren dan up to date!

- Dyah Kartika S, Purwokerto

Sunday, September 13, 2015

Jalan-jalan Sambil Menyusui

Beberapa tahun lalu pada saat iparku melahirkan, belum ada produsen baju menyusui. Bahkan belum ada ruangan khusus bayi di mal-mal. Iparku memberikan ASI bagi anaknya. Tapi karena kendala menyusui di muka umum, sejak awal iparku juga memberikan formula pada saat bepergian. Di saat anaknya berusia 9 bulan, iparku menghentikan pemberian ASI dan memberikan susu formula sepenuhnya.

Aku bersyukur ketika akhirnya memiliki anak, sudah banyak pilihan baju-baju menyusui. Kemudahan ini mempunyai peranan yang sangat besar untuk kesuksesan pemberian ASI bagi anak-anakku minimal 2 tahun.

Perjalanan pemberian ASI bagi anak pertama dimulai dengan apron menyusui. Ternyata penggunaan apron menyusui hanya bertahan 1 bulan. Anakku berontak jika disusui di dalam apron menyusui. Kemudian dimulailah perjalanan mencoba berbagai merk baju menyusui. Pilihan utama jatuh pada baju menyusui bukaan kancing jepret karena aku kurang sreg dengan baju-baju menyusui bahan kaos yang ada di pasaran saat itu. Aku setia dengan pilihan utama tersebut sampai lahir anak kedua.

Anak pertamaku tergolong sabar. Aku masih sempat mengaitkan penutup cup bra dan mengancingi bukaan menyusui yang menggunakan kancing jepret setiap kali dia selesai menyusu. Anak keduaku termasuk anak yang tidak sabar. Setiap kali selesai menyusu, dia langsung berontak agar aku segera jalan atau bahkan dia minta turun dari pangkuan atau gendonganku. Seringkali aku tidak sempat mengaitkan penutup cup bra apalagi mengancingi bukaan menyusui. Aku harus segera menahan beban anakku yang sedang berontak supaya tidak terjatuh.

Maka perjalanan mencoba berbagai baju menyusui dimulai lagi. Kali ini aku fokus dengan bukaan menyusui yang harus bisa diakses lebih cepat. Akhirnya aku mempunyai kesempatan untuk mencoba baju menyusui Nyonya Nursing Wear. Bahannya dari kaos yang adem dan nyaman dikenakan. Modelnya pun modis dan banyak variasi.

Pakaian terfavorit adalah Phoebe. Aku sampai mempunyai 4 warna hanya untuk tipe yang ini. Bukaan menyusuinya sangat rahasia. Bahkan aku bisa dengan santai menyusui anakku di tengah keramaian seperti di mall, di airport, di dalam pesawat, di tepi pantai sampai di tengah jalan Orchard Singapura sewaktu libur lebaran tahun lalu. Banyak yang tidak menyadari kalau aku sedang menyusui anakku. Favoritku yang lain adalah Vidya, Lorie, Casey dan Sophie. Dan masih ada beberapa tipe lainnya yang aku miliki. Beruntung Nyonya Nursing Wear memproduksi baju yang rata2 terlalu besar buatku. Kalau tidak, entah sampai berapa banyak koleksi baju Nyonya Nursing Wear yang aku miliki.

Terima kasih Nyonya Nursing Wear.


- Sylvia Justana, Jakarta Barat

Sunday, August 30, 2015

Menjadi ibu susu untuk keponakan

Halo mom,
Saya mau sharing nih tentang pengalaman berkesan saya menggunakan baju NyonyaNursingWear. Ada banyak pengalaman, tapi yang paling berkesan adalah ketika saya menjadi ibu susu keponakan saya yang baru lahir.
Saya mempunyai seorang putri berusia 10 bulan. Alhamdulilah lulus ASI esklusif dan sampai saat ini masih ASI. Karena itu, saya selalu menggunakan baju menyusui atau baju yang ada zipper atau kancing di bagian dada untuk memudahkan ketika bayi saya ingin menyusu. Kalau di rumah, sudah pasti daster yang menjadi pakaian sehari-hari dan kalau keluar rumah NyonyaNursingWear solusinya. Nyonya nursing wear merupakan salah satu “brand clothing” favorit saya. Karena selain bahannya adem, model bajunya bisa digunakan untuk wanita berhijab. Nah, singkat cerita pada tanggal 27 Desember 2014, kakak saya melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik dan sehat secara SC. Saya dan keluarga menemani di rumah sakit selama beberapa hari. Karena proses SC dan air susunya belum lancar, kakak saya tidak bisa menyusui bayinya sedangkan bayinya sudah kehausan. Daripada diberi susu formula, saya pikir lebih baik saya bantu saja menyusui Adara (nama bayi tersebut). Risih memang menyusui di tempat yang ramai, tapi melihat anak sudah menangis kelaparan, ibu mana yang tega membiarkannya. Untungnya saat itu saya memakai baju menyusui dari NNW sehingga meskipun kamar ramai dipenuhi oleh tamu dan keluarga, saya masih bisa menyusui dengan perasaan tenang tanpa takut dada saya kelihatan. Memang benar, menyusui ketika ramai tidak akan mencolok apabila kita rileks dan tenang. Bahkan ketika menyusui kakak saya bertanya “Adara nggak jadi disusui?” kemudian saya jawab “ini lagi nyusu, kak. Karena bukaaanya lebar dan tertutup, perasaan kita jadi lebih santai sampai-sampai nggak kelihatan kalau kita sedang menyusui. Bahkan karena bukaanya sangat lebar, saya juga bisa pumping tanpa harus repot-repot buka baju. Setelah Adara kenyang giliran anak saya yang menyusu. Udah kayak sembako aja nih pake antri menyusui segala. Salah satu kelebihan produk NNW yaitu bahan kain yang digunakan tidak panas dan bukaannya juga tidak menggunakan restleting. Jadi tertutup banget kalau lagi menyusui. Selain itu juga banyak salenya. Kesukaan ibu-ibu banget nih kalo dengar kata SALE. Sebelum tahu produk NNW, saya pernah menggunakan baju yang menggunakan restleting. Jadi, ketika bayi saya selesai nyusu terlihat ada bekas restleting dipipinya. Kasihan rasanya.
Singkat cerita, bahagia sekali rasanya bisa membantu untuk memberikan asi kepada keponakan saya yang pertama tersebut. Yang paling penting buat orang yang pelupa seperti saya nggak perlu repot-repot lagi bawa nursing apron kemana-mana. Terimakasih NNW.

Ini foto waktu Adara baru lahir banget. Masih fresh from raheem. Di foto ini saya menggunakan Ariana purple.
Dan ini foto saya dan anak saya Aleyna. Di foto ini saya menggunakan baju Nyonya buat kondangan loh. Pokoknya the best banget NNW.

  • Windy Fajar, Riau